Pertama di Kabupaten Garut, Program Brevet Pajak A-B Terpadu Uniga

GARUT, (GE).- Setelah sukses menyelenggarakan Uji Kompetensi Akuntansi manual Program Studi Akuntansi, Fakultas Ekonomi Uniga kembali sukses menggelar Pelatihan Program Brevet Pajak A dan B terpadu.

Program ini telah diselenggarakan di kampus Universitas Garut (Uniga) selama 3 bulan, dimulai dari bulan Oktober sampai Desember 2016.  Dalam rentang dua bulan tersebut, 50 orang mahasiswa semester akhir dari Fakultas Ekonomi mengikutinya dengan total 43 pertemuan.

Ketua Jurusan Akuntansi Fekon Uniga Dr. Muslim Alkautsar, SE.,M.Si.,Ak., mengungkapkan program ini merupakan upaya mengimplementasikan tahun peningkatan mutu Uniga seperti yang dicanangkan Rektor Uniga.

“Program ini juga diselenggarakan untuk memenuhi tuntutan dunia ekonomi. Dewasa ini peranan pajak dalam pembangunan nasional semakin besar,” kata Dr,Muslim kepada “GE.”

Dijelaskannya, untuk mencapai target yang dibebankan oleh pemerintah, Direktorat Jenderal Pajak dari waktu ke waktu terus menyempurnakan peraturan perpajakan yang ada dan semakin meningkatkan pengawasan terhadap para Wajib Pajak.

“Dunia usaha dan wajib pajak lainnya sebagai mitra dari Direktorat Jenderal Pajak harus mampu mengikuti perubahan regulasi perpajakan. Harapannya agar pelaksanaan kewajiban perpajakan dapat dilakukan dengan benar dan tepat.” Ungkapnya.

Ditambahkannya, untuk mewujudkan itu semua diperlukan sumber daya manusia (SDM) berkualitas yang mampu memahami peraturan perpajakan secara komprehensif. Kemampuan melaksanakan kewajiban perpajakan sesuai peraturan perundangan perpajakan yang berlaku juga tak kalah penting.

Untuk mewujudkan hal tersebut, Universitas Garut bekerja sama dengan HD tax center menyelenggarakan pelatihan Brevet Pajak A dan B terpadu. Program ini bertujuan untuk mendidik dan menghasilkan sumber daya manusia yang ahli dan terampil dibidang perpajakan. Sehingga mampu bersiang dalam dunia kerja dan dunia usaha.

Program Brevet Pajak A dan B yang diselenggarakan oleh Universitas Garut adalah yang pertama dan satu satunya di kabupaten Garut. In merupakan bentuk kontribusi aktif untuk mendukung program pemerintah. Khususnya dalam sosialisasi peraturan perundang-undangan perpajakan, baik di lingkungan kampus maupun masyarakat umum.

Sasaran program pelatihan brevet A dan B terpadu ini dimaksudkan untuk diikuti oleh Mahasiswa, Praktisi, Konsultan Pajak, Pegawai perusahaan, pengusaha dan peserta umum lainnya.

Program ini tidak dibatasi hanya untuk kalangan akademisi saja, tapi siapapun yang ingin memperoleh pengetahuan perpajakan. Program ini dapat diaplikasikan secara langsung dalam dunia usaha dan dunia kerja.

Pihak HD tax center yang diwakili oleh Ahmad Agus Romansyah, SE., M.Ak., menyebutkan program ini merupakan program yang sangat tepat diikuti oleh mahasiswa Fakultas ekonomi. Meskipun demikian, para birokrat, pengusaha dan praktisi ekonomi seharusnya bisa mengikuti program ini.

“Selain tuntutan dunia kerja, diharapkan mahasiswa atau para peserta biasa atau mahir melaksanakan Self Assesment System yaitu wewenang untuk menetapkan besarnya pajak yang terutang pada wajib pajak sendiri. Serta wajib pajak aktif mulai dari menghitung, memperhitungkan, menyetorkan dan melaporkan sendiri pajak yang terutang,” jelasnya. (Sidqi Al Ghifari).***

Editor: Kang Cep.