WS Mengaku Jendral Bintang Empat Negara Islam Indonesia, Ngotot Shalat Jumat Menghadap ke Arah Timur

KADES Tegalgede, Kartika Ernawati, memperlihatkan surat yang dikirim WS. (Useu G. Ramdani/GE)***

GARUT, (GE).- Warga Kecamatan Pakenjeng, Kabupaten Garut, Jawa Barat, kembali digegerkan dengan munculnya dugaan aliran sesat. Kali ini, WS yang berulah. WS yang mengaku Jendral Bintang Empat Negara Islam Indonesia (NII) itu, bahkan telah mengirimkan surat kepada Pemerintah Republik Indonesia melalui pemerintahan Desa Tegalgede, Kecamatan Pakenjeng.

Menurut Kepala Desa (Kades) Tegalgede, Kartika Ernawati, surat tersebut diantarkan langsung ke Kantor Desa Tegalgede oleh yang bersangkutan, Jumat (17/3/17). Surat tersebut berupa pemberitahuan dan permintaan izin dari WS untuk melaksanakan praktek salat Jumat dengan arah menghadap ke timur. Rencananya salat Jumat dilasanakan di Mushala Situ Bodol, Desa Tegalgede.

Menyikapi gelagat yang dinilai membahayakan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia tersebut, Kartika segera melaporkan perihal surat yang ia terima kepada Muspika Pakenjeng, termasuk Majelis Ulama Indonesia (MUI) setempat.

INILAH penampakan surat yang dikirimkan WS. (Useu G. Ramdani/GE)***

Kartika sendiri membenarkan jika WS merupakan warga desanya. Selama ini diketahui, WS merupakan salah seorang pengikut setia Sensen Komara Bakar Misbah yang juga penganut aliran dan faham serupa.

“Bahkan, dulu WS yang sampai saat ini masih menganggap Sensen Komara sebagai Rosululloh Al-Masih yang menjabat Panglima Angkatan Perang Negara Islam Indonesia ini, sempat menjalani hukuman akibat tindakannya tersebut,” tutur Kartika, Kamis (23/3/17).

Selasa (21/3/17) Muspika Pakenjeng, segera memanggil WS.

Saat ditanyai mengenai surat itu, WS yang beralamat di Kampung Kibodasrea, RT 04/01, Desa tegalgede, secara lantangnya bersikukuh jika tidak ada yang salah atas semua tindakannya. Termasuk melaksanakan salat Jumat menghadap ke arah timur yang di ikuti sepuluh orang makmum.

Sebagai kepala desa, aparat pemerinta yang bersentuhan langsung dengan masyarakat, Kartika merasa khawatir terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Karena itu, ia terus melakukan koordinasi dengan seluruh unsur ke pemerintahan setempat.

“Mudah-mudahan permasalahan ini segera diselesaikan,  dan tidak terjadi hal-hal yang bisa merusak sendi-sendi persatuan dan kesatuan Negara Republik Indonesia,”  harapnya. (Useu G. RamdaniGE)***

Editor : SMS

TULIS KOMENTAR KAMU DI SINI