Waspadai Paham Komunis, Hj. Siti Mufatahah Sosialisasikan Empat Pilar Kebangsaan di PGRI Banyuresmi

BANYURESMI,(GE).- Ratusan guru yang terhimpun dalam Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Cabang Kecamatan Banyuresmi Kabupaten Garut, mengikuti pembekalan empat pilar kebangsaan. Kegiatan tersebut digelar di Gedung Guru Kecamatan Banyuresmi, Selasa (10/05/2016).

Pembekalan empat pilar kebangsaan tersebut meliputi Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia dan Bhineka Tunggal Ika. Kegiatan tersebut menghadirkan narasumber Anggota DPR/MPR RI  Daerah Pemilihan Jabar  XI Komisi IX Praksi Partai Demokrat Hj.Siti Mufattahah, Psi.,MBA.

Para peserta yang terdiri dari perwakilan Guru SD, SMP dan SMA ini, tampak antusias menyimak pemaparan dari narasumber. Kehadiran Hj.Siti Mufattahah, sangat dinanti oleh mereka. Pasalnya, ia menjadi sosok sentral bagi para guru saat berkeluh kesah berbagai permasalahan di dunia pendidikan.

Salah seorang peserta, Imam Maulana, mengatakan bagi masyarakat Garut Hj.Siti Mufattahah sudah tidak asing lagi. Pasalnya, ia selalu tampil terdepan, konsiten, disiplin dan responsif dalam setiap menghadapi persoalan warganya.

Lebih jauh Imam menuturkan, masih ada masyarakat yang beranggapan empat pilar tersebut sekedar berupa slogan semata yang tak memiliki makna. Bahkan ada juga yang beranggapan empat pilar itu hanya jargon politik.

Ketua PGRI Cabang Banyuresmi, Makmun Gunawan, S.Ag,  menyambut baik sosialisasi wawasan kebangsaan bagi para guru ini. Menurutnya guru sebagai pendidik akan mudah menyampaikan kembali kepada masyarakat luas terutama kepada anak didik di sekolah.

“Kegiatan ini sangat positif, sebagai pemahaman secara komprehensif bagi para kaum pendidik. Besar harapan, mereka dapat menyampaikan pemahaman empat pilar ini kepada para siswa,” ujarnya.

Sementara itu, Anggota DPR RI Komisi IX Partai Demokrat, Hj.Siti Mufattahah mengatakan sosialisasi empat pilar kebangsaan tak bisa dilakukan melalui doktrin tetapi harus dengan kesadaran. Untuk itu perlu difahami secara memadai makna empat pilar tersebut, sehingga kita dapat memberikan penilaian secara tepat, arif dan bijaksana.

Sehingga nantinya semua orang dapat mencerna maksud empat pilar kebangsaan tersebut secara akurat dan proporsional. Bahkan semua warga Negara republik Indonesia diharapkan bisa mengaplikasikan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Lebih jauh, Hj.Siti Mufattahah mencontohkan, seorang guru memiliki peran sentral dalam kehidupan bermasyarakat. Oleh karenanya, sudah selayaknya mereka lebih memahami makna empat pilar kebangsaan.

Ia mengumpamakan, sebuah bangunan yang disokong oleh tiang-tiang yang kuat. Tentunya seluruh penghuninya akan tinggal di dalamnya dengan rasa nyaman, aman, tentram dan sejahtera. Begitu pun Negara Kesatuan Republik Indonesia, jika disokong oleh pilar yang kuat tentunya akan berimplikasi terhadap keutuhan bangsa ini.

“Pilar bagi suatu negara berupa sistem keyakinan atau belief system, atau philosophische grondslag, yang berisi konsep prinsif dan nilai yang dianut oleh rakyatnya,” katanya.

Pengokohan empat pilar kebangsaan juga dibutuhkan untuk menguatkan pola pikir masyarakat. Apa lagi saat ini paham komunis sedang ramai diberitakan di berbagai media massa. Jadi sosialisasi empat pilar kebangsaan ini, bisa jadi penangkal masuknya paham radikal seperti komunis. (TAF Senopati)***