Waspada Buku Ajar PAUD Berbau Kekerasan

TARKI,(GE).- Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat (PAUD dan Dikmas) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendibud) menerbitkan surat pelarangan bahan ajar Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) mengandung unsur kekerasan.

Larangan tersebut tertuang dalam surat edaran No.109/C.C2/DU/2016 per 21 Januari 2016. Surat itu ditujukan kepada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi, Kabupaten dan Kota seluruh Indonesia.

Dalam surat edaran tersebut dituliskan, anak usia dini merupakan masa yang tepat untuk pembentukan karakter dan budi pekerti. Oleh karena itu semua informasi yang diterima secara lisan, tayangan maupun tulisan seharusnya bebas dari unsur kekerasan faham kebencian, SARA dan pornografi.

“Berdasarkan laporan masyarakat dan kajian terhadap buku Anak Islam Suka Membaca karangan Nurani Mustain terbitan Pustaka Amanah Solo Jateng, cetakan 2013 memuat unsur-unsur tersebut di atas. Yang seharusnya tidak diperkenalkan pada anak usia dini. Hasil kajian pada intinya, kata dan kalimat yang digunakan pada buku tersebut dapat menumbuhkan rasa ingin tahu anak tentang kekerasan,” tulis surat edaran itu.

Menanggapi surat edaran tersebut, Staf Bidang PAUD pada Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Garut, Dadan, Jumat (22/1/2016), mengaku, pihaknya hingga saat ini belum menerimanya. Namun demikian, pihaknya akan menindaklanjutinya bila surat tersebut telah diterima.

Dikatakan Dadan, hingga sejauh ini pihak Disdik Kabupaten Garut tidak serta merta mengedarkan buku bacaan dan bahan ajar ke setiap sekolah. Hal ini dikarenakan adanya campur tangan pihak pemerintah pusat dan provinsi. Belum lagi mekanisme yang harus ditempuh sebelum buku tersebut diedarkan ke setiap kecamatan dan sekolah.

Diakui Dadan, pihaknya menemui kendala untuk melakukan penyortiran terhadap buku-buku bahan bacaan atau pedoman bagi siswa termasuk siswa PAUD. Hal ini dikarenakan banyaknya buku yang beredar yang bahkan juga sebelumnya tidak melalui dinas. Oleh karenanya, diperlukan kecermatan dan ketelitian para guru untuk memilah buku yang cocok untuk para siswanya.

“Pencegahan penanaman perilaku kurang baik bagi anak memang harus dicegah sejak mereka masih berusia dini. Selain itu, anak-anak usia dini pun sangat mudah disusupi apapun, salah satunya paham radikalisme melalui buku yang berisi kekerasan,” ujar Dadan.(Slamet Timur)***