Wartawan Keluhkan “Aksi Bungkam” Polres Garut

KOTA, (GE).- Sejumlah wartawan mengeluhkan “aksi bungkam” jajaran Polres Garut. Saat ini wartawan di Garut kesulitan untuk memberitakan sejumlah peristiwa yang seharusnya Polisi bisa memberikan keterangan. Sehingga pada akhirnya sumber berita banyak keluar dari Polisi Daerah Jawa Barat (Polda Jabar).

Salah satu keluhan datang dari Ketua PWI Garut, Aep Hendy. Menurutnya saat ini Polisi sulit mengeluarkan keterangan. Padahal peristiwanya benar-benar telah terjadi. Sehingga pemberitaan lebih dulu datang dari Humas Polda Jabar.

Aep mencontohkan, peristiwa peredaran uang palsu justru keterangannya diperoleh dari Polda Jabar. Sementara di Garut baru ekpose tiga hari berikutnya.

Peristiwa lainnya, seorang narapidana kasus pencabulan yang kabur dari tahanan Polsek Pameungpeuk. Berita itu justru diketahui dari rekan-rekan media yang ada di Polda. Kemudian baru-baru ini, Polres Garut dan Polsek Tarogong Kidul lebih memilih bungkam terkait pembunuhan wanita dalam karung.

“Saya sering ditanya oleh redaktur dan rekan-rekan wartawan lainnya. Kenapa peristiwa seperti ini lebih dulu dikeluarkan oleh orang Polda. Sedangkan di Garut sebagai tua rumah sulit mendapatkan keterangan,” ujar Aep saat ditemui di Kantor PWI Garut Jalan Pembangunan, Kecamatan Tarogong Kidul, Garut, Jawa Barat, Minggu (31/7/2016).

Korban aksi bubgkam yang dilakukan Polres Garut dikeluhkan wartawan lainnya. Seperti diungkapkan Wartawan Galamedia, Agus, yang mengaku kerap ditanya oleh redaktur halaman daerah karena pemberitaan dari Garut lebih dulu diberitakan rekannya yang ada di Polda. Oleh sebab itu, Agus, meminta agar Polres Garut segera memperbaiki kinerja.

“Jangan sampai peristiwa di Garut lebih dulu diberitakan wartawan Polda. Padahal, di Polres Garuy sudah dibentuk Pokja. Jadi untuk apa Pokja dibentuk kalau peristiwa seperti ini harus Polda yang mengeluarkan keterangan,” ujar Agus. Farhan SN***