Warga Leuweung Tiis Tuntut TPA Pasir Bajing Ditutup

GARUT, (GE).- Puluhan warga Kampung Leuweungtiis, Desa Sukaraja, Kecamatan Banyuresmi, kembali menutup secara paksa Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Pasir Bajing yang tak jauh dari Kampung mereka, Rabu (28/12/2016).

Warga yang didominasi kaum ibu serta anak-anak tersebut menutup jalan masuk ke TPA dengan spanduk. Akibatnya, tak satupun truk sampah bisa masuk areal TPA .

Aksi warga ini pun langsung dihadapi Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kebersihan dan Pertamanan (LHKP) Aji Sekarmaji. Namun, upaya penjelasan dari Kadis LHKP tersebut tidak diterima oleh warga. Warga pdan demonstran keukeuh menuntut TPA Pasir Bajing segera ditutup.


Warga berdalih, karena sebelumnya Bupati Garut, Rudy Gunawan telah mengeluarkan surat bernomor 658.1/1955/DLHKP, yang salah satu poinnya menegaskan Pemerintah Daerah (Pemda) akan merelokasi TPA Pasir Bajing ke tempat lain. Dan tempat baru harus sudah berfungsi Januari 2017.

Dengan adanya kasus ini, memasuki tahun 2017, Kabupaten Garut terancam tidak punya Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah. Pasalnya, Bupati Garut Rudy Gunawan telah mengeluarkan surat bernomor 658.1/1955/DLHKP tertanggal 24 Juli 2015 perihal penataan lokasi TPA Pasir Bajing.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kebersihan dan Pertamanan (LHKP) Aji Sekarmaji, pendemo mengakui, Pemkab memang belum bisa memindahkan TPA Pasir Bajing karena mekanisme yang ada di pemerintahan.

“Kami harap agar warga membuat surat resmi kepada Bupati Garut yang isinya menagih janji Bupati Garut terkait penutupan TPA Pasir Bajing.” Tukasnya.

Menurut Aji, pihaknya sendiri telah berupaya melakukan pengelolaan TPA Pasir Bajing secara maksimal. Misalnya untuk meminimalisir dampak dari keberadaan TPA, seperti bau dan asap akibat sampah yang terbakar.

Meski telah mendapatkan penjelasan dari Kepala Dinas LHKP, warga tetap menuntut agar TPA Pasir Bajing ditutup karena warga sudah tak kuat menahan dampaknya.

“Kita sudah tidak mau lagi janji-janji bupati, pokoknya harus ditutup,” jelas Marni (50) warga Kampung Leuweung Tiis Desa Sukaraja. (Ari)***

Editor: Kang Cep.

TULIS KOMENTAR KAMU DI SINI