Warga Korban Tanah Retak Cisompet Mengadu ke DPRD

DEWAN, (GE).- Merasa kurang diperhatikannya oleh pemerintah, puluhan warga korban bencana alam tanah retak dan pergeseran tanah di Desa Sindangsari, Kecamatan Cisompet, Jum’at (20/5), mendatangi DPRD Garut untuk meminta kepastian rencana relokasi sebagaimana pernah dijanjikan oleh Bupati Garut Rudy Gunawan.

Menurut koordinator korban bencana tanah retak Sindangsari, Cisompet, Sumpena Sumaryana, pada bulan Pebruari lalu Bupati Rudi Gunawan pernah menjanjikan akan merelokasi warga korban bencana. Namun hingga kini tidak memperoleh kejelasan kapan dan kemana mereka akan direlokasi. Padahal, kata Sumpena, kondisi para korban di pengungsian semakin memprihatinkan.

Sumpena menambahkan, bencana tanah retak di daerahnya kini semakin meluas, sehingga jumlah warga yang mengungsi pun terus bertambah. “Awalnya yang terkena bencana tersebut hanya 91 KK, kemudian kini menjadi 134 KK. Sedangkan yang saat ini tinggal di tenda pengungsian mencapai 155 KK atau 365 jiwa. Kami juga kuatir jumlah tersebut akan terus meningkat. Sedangkan fasilitas untuk kehidupan kami, baik untuk makan sehari hari maupun fasilitas kesehatan juga sangat terbatas,” kata Sumpena usai audensi di Gedung DPRD.

Masih menurut Sumpena, sejak habis masa status tanggap darurat bencana, para pengungsi dari empat kampung, yakni, Kp. Sawah Hilir, Ciawi, Selaawi dan Langkok tersebut kurang mendapat pelayanan kesehatan. “Poskonya memang ada, tapi kosong. Karena mereka hanya melayani selama masa tanggap darurat, yaitu selama 14 hari,” imbuhnya.

Sumpena juga mengaku kecewa dengan janji Bupati untuk merelokasi para korban sejak bulan Pebruari lalu hingga kini belum ada kejelasan. “Saya kecewa dengan janji Pak Bupati waktu berkunjung ke lokasi tanggal 28 Pebruari lalu, katanya akan melakukan bedol kampung, tapi sampai saat ini tidak jelas tindak lanjutnya. Makanya hari ini kami datang ke sini, dengan difasilitasi oleh Pak Irwan Dani (anggota DPRD asal Cisompet-red), sengaja untuk mempertanyakan ini,” ujar Sumpena.

Terkait hal ini, Anggota Komisi B DPRD Garut, Irwan Dani mendesak Pemkab. Garut agar lebih serius memperhatikan warga korban bencana di daerahnya tersebut. “Jangan sampe mereka terus terlantar seperti itu, mereka harus dimanusiakan lah,” ujar Dani.

Dani menyebutkan , dalam pertemuan antara warga korban bencana, DPRD dan SOPD terkait di lingkungan Pemkab Garut tersebut juga dicapai keaepakatan, pemerintah akan segera turun tangan menentukan lokasi baru untuk relokasi warga dan memberikan bantuan sosial yang layak kepada warga.

“Sebenarnya Pemkab sudah menemukan tiga titik lokasi, tapi masih harus dikonsultasikan kepada instansi terkait mengenai layak atau tidaknya lokasi tersebut, di samping masalah kesepakatan harga. Terus untuk para pengungsi, hari ini juga BPBD akan turun ke lokasi dan memberikan bantuan logistik, tambahan tenda dan lainnya. Dan Senin besok kami juga akan mengadakan rapat koordinasi dengan pihak pihak terkait untuk percepatan penanganan masalah ini,” pungkas Dani. (Slamet Timur).***