Warga Keluhkan Dampak Bendung Copong, BBWS Cimanuk-Cisanggarung Segera Lakukan Pengecekan Jaringan

GARUT, (GE).- Menanggapi keluhan warga Kampung Babakan Cau, Desa Wanakerta, Kecamatan Cibatu, Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Cimanuk Cisanggarung berjanji segera melakukan pengecekan salah satu jaringan irigasi Bendung Copong di wilayah Kecamatan Cibatu, Kabupaten Garut.

Kepala BBWS Cimanuk-Cisanggarung,Muhammad Mazid, membenarkan telah terjadi rembesan air di sekitar saluran irigasi Bendung Copong tersebut. Namun, diakuinya, permasalahan tersebut sudah selesai dengan dilakukannya penambahan pelapisan beton pada Oktober 2016 lalu.

“Sudah ada upaya agar persoalan rembesan air ini selesai. Pada Oktober 2016 lalu telah dilakukan pelapisan beton pada titik yang dilaporkan warga yang mengalami rembesan air.” Tukasnya, Kamis (19/1/ 2017).


Dijelaskannya, pihaknya selalu melakukan pemantauan terhadap pengerjangan jaringan irigasi Bendung Copong. Terkait letak saluran irigasi yang berada persis di atas permukiman warga. Ia menyebut, pada awalnya pembangunan saluran kawasan itu didesain saluran tanah.

“Memang awalnya didesain berupa saluran tanah. Dalam setiap pembangunan selalu memerhatikan aspek lingkungan dan sosial. Kami selalu konfirm mengenai dampak lingkungan ini,” katanya.

Terkait adanya permintaan warga untuk memindahkan lokasi saluran irigasi atau pembebasan lahan warga di sekitar saluran, ia menjelaskan hal tersebut tidak bisa dilakukan.

“Saluran irigasi ini kan sudah jadi, sudah selesai dibangun. Tidak mungkin dipindah. Persoalan terkait pembebasan lahan juga sudah dilakukan. Tapi akan saya cek dulu, karena kegiatan di lapangan saya tidak hapal seluruhnya,” jelasnya.

BBWS Cimanuk-Cisanggarung sendiri memprediksi, Bendung Copong dan seluruh saluran irigasi yang telah dibangun akan mulai dioperasikan pada 2019 mendatang.(Tim GE)***

Editor: Kang Cep.

TULIS KOMENTAR KAMU DI SINI