Warga Garsel Keluhkan Tingginya Harga “Si Melon” Jelang Ramadhan

GARUT, (GE).- Menjelang tibanya bulan suci Ramadhan 1437 H – 2017, warga di kawasan Garut Selatan (Garsel) mengeluhkan tingginya harga gas 3 kg (Si Melon). Untuk harga di tingkat pengecer harga gas 3 kg bisa mencapai Rp 29 ribu hingga Rp 30 ribu per tabung. Di hari biasa harga gas bersubsidi ini biasa di banderol Rp 21 ribu sampai Rp 23 ribu per tabung.

Siti (40) salah seorang warga Kampung Rancabuaya, Desa Purbayani, Kecamatan Caringin, Kabupaten Garut mengaku dipusingkan dengan kondisi ini. Terlebih jelang Randhan kerap hampir semua kebutuhan pokok naik dario biasanya.

“Pokoknya mah lieur. Pasti kalau menjelang Ramadhan semua pada naik, sembako naik, dan sekarang gas 3 Kg mulai naik juga. Sudah naik, gas ukuran 3 Kg ini juga sekarang mah cepat habis,” keluhnya, Jumat (19/5/17).


Sementara itu, Oma Sutisna (45)  pemilik pangkakan gas di Kampung Bojong, Desa Purbayani, Kecamatan Caringin, Kabupaten Garut mengakui kenaikan tersebut memang sudah biasa menjelang Ramadhan dan Idul Fitri.

“Ya, kalau menjelang Ramadhan dan Idul fitri mah sudah biasa semuanya pada naik. Untuk di pangkalan , kami menjualdengan harga Rp 22 ribu per tabung. Ongkos oprasional juga jadi salah satu alasan kenaikan harga gas ini,” ungkapnya.

Dikatakannya, pemilik pangkalan di kawasan Garut selatan sendiri untuk saat ini membeli gas 3 kg sebesar Rp 15 ribu per tabungnya.

Warga berharap pemerintah segera menertibkan harga gas ini, sehingga bisa meringankan beban masyarakat. Bagi masyarakat dengan ekonomi di bawah standar, tentu kenaikan gas 3 kg memberatkan.

“Bagi saya, sebagai warga yang pas pasan tentunya kenaikan harga gas ini sangatlah memberatkan. Saya berharap pemerintah segera membantu menertibkan harga gas ini, khsusnya di tingkat pengecer,” tutur Siti. (Deni Permana/ GE)***

Editor: Kang Cep.

TULIS KOMENTAR KAMU DI SINI