Warga Garsel Curiga, Isi Gas Elpiji 3 Kg Kurang. Ini Akibatnya…

NET.

GARSEL, (GE).- Sejumlah ibu rumah tangga dan pegadang kecil di wilayah Garut Selatan, Jawa Barat, mengeluhkan kurangnya pasokan liquefied petroleum gas atau yang lebih dikenal dengan sebutan gas elpiji tabung 3 kg. Selain stoknya cepat habis, segel penutup tabungnya pun mudah dicopot, Bahkan, kondisi segel plastiknya juga banyak yang tampak robek.

Padahal sebelumnya, untuk melepas segel harus dicongkel menggunakan pisau atau obeng. Karena itu, sejumlah warga mengaku curiga kalau isi tabung gas 3 kg tinggal sedikit, diduga sudah “disuntik” oleh oknum yang tidak bertanggung jawab.

Menurut salah seorang pedagang yang berjualan Pasar Rancabuaya, Asep, kurangnya stok gas elpiji 3 kg tersebut sudah berlangsung cukup lama. Selain itu, isi gasnya pun belakangan selalu kurang. Padahal harganya sangat mahal, mencapai Rp 28.000/tabung. Jauh lebih mahal dibandingkan harga eceran tertinggi untuk Kabupaten Garut yang dipatok Rp 16.500/tabung.


“Kalau dulu gas bisa dipakai untuk tiga hari. Tapi sekarang dua bahkan satu hari pun sudah habis,” keluh Asep kepada “GE”, Rabu (8/3/17).

Keluhan serupa diungkapkan Lisna (25), seorang ibu rumah tangga warga Desa Caringin, Kecamatan Caringin.

“Saya merasa heran kalau sekarang ini isi gas 3 kilo cepet habis. Biasanya untuk memasak bisa cukup satu minggu, tapi sekarang tidak sampai satu minggu. Segel pelastiknya juga sudah pada robek sehingga mudah di copot,” pungkasnya.

Warga meminta, aparat berwajib cepat tanggap dalam menyikapi keluhan masyarakat Garsel ini. Selain berharap jumlah stok gas  ditambah, mereka juga menandaskan agar pengawasan pengisian gas diperketat. (Deni)***

Editor : SMS

TULIS KOMENTAR KAMU DI SINI