Warga Empat Desa di Garut Tercemar Kotoran Sapi Milik PT. Rafles

GARUT, (GE).- Warga empat desa di Kecamatan Tarogong Kaler tercemar kotoran sapi dari peternakan milik PT. Rafles. Belasan kolam ikan milik warga tercemari dan warga setempat pun mengeluhkan gatal-gatal setelah menggunakan air kolam yang sudah tercemari kotoran sapi.

“Ikan saya satu kolam mati semua. Limbah dari PT. Rafles masuk ke kolam,” kata, Arif (54), warga Kampung Cihampelas, Desa Mekarjaya Kecamatan Tarogong Kaler, Garut Jawa Barat.

Warga saat memungut ikan mati di kolamnya

Arif mengaku, kolam miliknya setiap hari jadi lahan usaha pemancingan. Tiap hari omzet kolam pemancingannya sebesar Rp 500 ribu.


“Kalau kolamnya tercemar seperti ini mungkin selama beberapa hari kedepan usaha saya tutup dulu. Soalnya kolam yang tercemar harus saya perbaiki dulu,” kata dia.

Air limbah kotoran sapi dari PT Rafles masuk ke kolam warga

Masih menurut arif, akibat pencemaran ini ikan yang ada di kolam pemancingannya mati semua. Ia mengaku kerugian bisa mencapai Rp 5 juta.

“Tadi ikan yang mati tak kurang dari 2 kwintal. Tinggal kalikan saja satu kilonya harga ikan sekarang Rp 25 ribu,” akunya.

Sementara itu, tokoh warga Kampung Cimuncang, Desa Rancabango, H. Yepi, mengatakan lima kolam miliknya ikut tercemari kotoran sapi dari PT. Rafles. Ikan di limaa kolam miliknya mati semua.

“Ikan saya yang mati kurang lebih 7 kwintal. Semuanya mati setelah tercemar kotoran sapi dari PT. Rafles,” kata dia.

Peristiwa matinya ikan milik warga terjadi sekira pukul 07.00 WIB pagi tadi. Awalnya ikan di kolam seperti yang mabuk. Kemudian mati.

Setelah dilihat, kata dia, ternyata sumber air yang mengalir ke kolam sudah tercemar kotoran sapi.

Sumber air ke empat desa di Kecamatan Tarogong Kaler tercemar kotoran sapi dari PT Rafles.

“Air yang tadinya bersih berubah menjadi bau, kotor dan berbusa. Bahkan udara di sekampung ini jadi pengap bau kotoran sapi,” ungkapnya.

Selain itu, kata Yepi, air kolam yang biasa digunakan warga mandi dan kebutuhan keluarga berubah menjadi keruh dan kotor. Warga pun mengeluh gatal-gatal setelah menggunakan air itu.

Warga mengeluh gatal-gatal setelah terkena air yang tercemari kotoran sapi dari PT Rafles.

Berdasarkan laporan dari warga lainnya, kata Yepi, kotoran sapi dari PT. Rafles telah mencemari 4 desa di Kecamatan Tarogong Kaler. Adapun desa yang sudah tercemari kotoran sapi itu adalah, Desa Mekarjaya, Desa Rancabango, Desa Cimanganten dan Desa Langensari.

Namun, kata dia, jika penanggulangannya lambat, pencemaran akan merembet ke desa lainnya bahkan bisa sampai ke Kecamatan Banyuresmi. Padahal di daerah yang tercemari kotoran sapi itu banyak warga yang menggantungkan hidup dari ternak ikan.

Untuk mempertanggungjawabkan pencemaran ini, kata Yepi, besok hari warga di empat desa rencananya akan mendatangi PT Rafles. Ia ingin tahu apa yang sebenarnya terjadi.

“Warga di sini ketakutan pencemaran dan bencana yang lebih besar akan menimpa. Kita ingin kepastian dari PT Rafles bagaimana ke depannya terkait kelangsungan peternakan sapi yang telah mengganggu kehidupan masyarakat setempat,” pungkasnya.

Ia berharap PT. Rafles mau bertanggungjawab. Tidak hanya kerugian materi saat ini saja. Tapi PT. Rafles pun harus bisa memastikan tidak akan lagi terjadi musibah seperti sekarang.

“Warga di sini resah. Musim kemarau saja limbah kotoran sapi sudah seperti ini. Warga di sini khawatir jika musim penghujan datang kotoran sapi masuk ke perkampungan warga,” ucap Yepi.

Sementara itu, Humas PT Rafles, Toni mengatakan, kotoran sapi yang masuk ke kolam milik warga di sekitar peternakan akibat adanya kebocoran dari penampungan. Menurutnya PT Rafles saat itu juga langsung melakukan perbaikan.

Toni berjanji, pihak perusahaan akan mengganti semua kerugian yang diderita warga. Selain itu, PT Rafles pun berjanji kejadian serupa tak akan terjadi lagi di kemudian hari.

“Atas nama perusahaan saya minta maaf atas musibah ini. Kami berjanji akan mengganti semua kerugian yang diderita warga. Kejadian seperti ini saya pastikan tak akan terjadi di kemudian hari,” pungkasnya. (Farhan SN)***

TULIS KOMENTAR KAMU DI SINI