Warga Blokade TPA Pasirbajing, Ratusan Ton Sampah Menumpuk di Perkotaan

GARUT, (GE).- Ratusan warga Leuweung Tiis yang bermukim di sekitar Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Pasir Bajing, Desa Sukaraja, Kecamatan Banyuresmi, Kabupaten Garut, kembali memblokade dan menutup pintu gerbang TPA Pasir Bajing.

Aksi warga ini merupakan protes mereka terhadap kebijakan Pemkab Garut, yang dinilainya mengabaikan perjanjian yang telah disepakati bersama.

” Kami bersama warga lainnya menolak dan melakukan penutupan jalan yang menuju TPA Pasirbajing. Hal ini dilakukan sebagai bentuk perlawanan terhadap Pemkab Garut, yang telah mengkhianati warga selama 25 tahun lalu,” ungkap Dede salah seorang perwakilan warga, Senin (2/1/2017).


Menurutnya, kesepakatan bersama dengan Pemkab Garut, hingga saat ini belum ada solusi yang sangat tepat. Bupati Garut, Rudy Gunawan, sebelumnya pernah berjanji, jika aktivitas pembuangan sampah ke TPA Pasir Bajing, akan dilakukan hingga akhir bulan Desember 2016 lalu. Namun pada kenyataannya Pemerintah masih tetap menggunakan TPA Pasir Bajing sebagai tempat pembuangan akhir.

” Kami menuntut, agar pemkab Garut untuk tidak lagi menggunakan TPA Pasir Bajing sebagai tempat pembuangan akhir sampah lagi,” tandasnya.

Dikatakannya, meski demikian warga tetap akan memberikan tenggak waktu  pada pihak Pemkab Garut, untuk menjadikan TPA Pasir Bajing sebagai tempat sementara pembuangan akhir sampah.

” Kami akan memberikan waktu kembali pada Pemkab Garut selama 3 bulan lamanya, sampai benar-benar Pemkab memiliki kembali lahan untuk dijadikan TPA.¬† Ingat kami tidak mau lagi diberikan angin segar, hanya tiga bulan lamanya saja,” tegas Dede.

Dalam aksi ini warga Leuweung Tiis juga menuntut pemerintah untuk memenuhi tuntutan mereka, yaitu dengan menyediakan lahan Tempat Pemakaman Umum (TPU) seluas 1 Hektare.

Ditempat yang sama, Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Asep Suparman, mengatakan, pihaknya, berjanji akan mengawal apa yang menjadi keinginan warga. Namun pihaknya juga tetap akan meminta pertimbangan warga untuk membuka kembali jalan menuju TPA.

” Bayangkan sebanyak 12 truk pengangkut sampah tidak bisa beroperasi membuang sampah, yang berada di Kabupaten Garut,” ujarnya.

Dikatakannya, selama tidak dibukannya jalan menuju TPA Pasir Bajing, sebanyak 200 an ton sampah setiap hari tidak bisa diangkut. Hal ini terjadi karena di Kabupaten Garut tidak memiliki lagi TPA.

” Memang tidak ada perjanjian dengan warga, hanya saja Pemkab Garut, melihat kalau TPA Legok Nangka yang berada dengan perbatasan Bandung, akan bisa dipergunakan pada tahun 2017 sekarang ini. Sehingga warga menuntut Pemkab untuk tidak lagi membuang sampah ke TPA Pasir Bajing,”

Dijelaskannya, selain banyak sampah yang tidak terangkut karena adanya aktivitas penutupan jalan. Banyak warga Garut juga yang melakukan komplain, juga banyak sampah yang menumpuk di setiap jalan atau TPS.

” Kami akan menunggu keputusan Kepala Daerah untuk kembali melakukan negosiasi dengan warga Kampung Leuweungtiis, yang berada di sekitar TPA Pasirbajing,” kata Asep. (Kim)***

Editor: Kang Cep.

TULIS KOMENTAR KAMU DI SINI