Wanita Penghibur di Garut Ngumpet di Atap Bangunan Saat Dirazia Petugas Gabungan

GARUT, (GE).– Untuk menjaga ketertiban dan dan keamanan masyarakat serta TNI di Kabupaten Garut, Sabtu (28/01/2017) dini hari, petugas gabungan yang terdiri dari Detasemen Polisi Militer (Denpom), TNI, BNN,  Satpol PP dan Jajaran Kepolisian menggelar razia ketertiban. Dalam razia yang digelar jum’at malam hingga sabtu dini hari tersebut, petugas menyisir hampir semua tempat hiburan malam yang ada di Kabupaten Garut.

Hasilnya, puluhan wanita penghibur malam dan beberapa orang pemuda digelandang ke Markas Denpom di jalan Veteran, Kecamatan Garut Kota, Kabupaten Garut. Mereka diamankan dengan berbagai alasan, diantaranya kedapatan sedang menenggak minuman keras, dan tidak membawa kartu identitas.

Bahkan petugas sempat dibuat pusing oleh ulah sebagian PSK yang berusaha untuk menyelamatkan diri dengan cari bersembunyi di atap gedung tempat hiburan malam. Namun karena seorang PSK secara tak sengaja menendang tabung gas LPG hingga menimbulkan bunyi benturan yang sangat kencang, petugas pun akhirnya menggrebek mereka.


Wadan Denpom III/2 Garut, Mayor CPM. Hermanto mengatakan, Operasi ini digelar untuk meneggakkan disiplin bagi para prajurit militer khususnya di Kabupaten Garut. Namun, saat razia digelar, tak satupun baik anggota TNI maupun Polri yang terjaring razia.

“Operasi kali ini digelar untuk menegakkan disiplin bagi para prajurit militer khususnya, dan ini juga bertujuan untuk menertibkan masyarakat Garut, yang dalam hal ini kami lakukan bersama-sama dengan BNN, Satpol PP, dan Kepolisian,” ungkapnya kepada wartawan.

“Hingga razia usai, tidak ada satupun prajurit militer yang terjaring, semua yang terjaring adalah masyarakat sipil,” pungkasnya.

Selain itu, petugas juga mengamankan seorang pemuda yang saat dilakukan test urine, positif mengandung zat terlarang.

“Kita amankan seorang pemuda, karena dia terbukti urinenya mengandung zat benzodiazepines. Zat tersebut termasuk kedalam jenis obat penenang yang bisa terkandung dalam obat untuk berbagai penyakit, namun itu tidak diperbolehkan mengkonsumsinya dalam waktu lama,” ujar Salah seorang Staff Berantas BNN Garut, Aiptu Asep Ahmad Kuswandi.

Kini puluhan orang yang terjaring razia tersebut kemudian didata di markas Detasemen Polisi Militer III/2 Garut, sementara itu untuk yang terbukti positif menggunakan zat yang dilarang nantinya akan direhabilitasi. (KIM)***

TULIS KOMENTAR KAMU DI SINI