Wakil Bupati Garut akhirnya Mengunjungi Ibu yang Dimejahijaukan Anak Kandungnya Sendiri

WAKIL Bupati Garut, dr. H. Helmi Budiman, saat berbincang dengan Siti Rohaya di rumah ibu yang dimejahijaukan anak kandungnya sendiri itu, Minggu (26/3/17) pagi. (Jay/GE)***

GARUT, (GE).- Kasus anak memejahijaukan ibu kandungnya di Kabupaten Garut, Jawa Barat, terus menuai empati. Setelah Bupati Purwakarta, Dedi Mulyadi, akhirnya Wakil Bupati Garut, dr. H. Helmi Budiman, datang menengok Siti Rohaya (83).

Helmi datang ke rumah Amih – sapaan akrab Siti Rohaya, di Jalan Cimanuk, Kampung Sanding Atas, Kelurahan Muara Sanding, Kecamatan Garut Kota, Kabupaten Garut, pada Minggu (26/3/17) pagi. Wajah Helmi terlihat sedih mendengar cerita yang diungkapkan Lilis, anak ketiga Siti Rohaya, tentang ibu kandungnya yang digugat anaknya ke pengadilan.

Helmi bahkan sempat mendoakan Amih agar diberikan ketabahan, kekuatan, dan kesehatan dalam menghadapi permasalahan tersebut. Helmi menyebutkan, sebenarnya sejak awal terungkapnya kasus ini Pemerintah Daerah Kabupaten Garut telah menyiapkan pengacara untuk mendampingi Amih.


“Saya memberikan dukungan moril terhadap Amih, agar diberikan kekuatan dalam menghadapi permasalahan yang dihadapi. Saya menegaskan bahwa Pemda Kabupaten Garut dalam hal ini Bupati Garut sejak awal sudah memberikan advokasi atau pendampingan, dengan meminta LBH STH Garut untuk mendampingi Amih,” kata Helmi.

Selain itu, Pemkab Garut juga telah koordinasi dengan pihak Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Garut.

“Kita berikan dukungan segalanya, baik moril maupun advokasinya, dan Amih dalam mengahadapi ini agar diberikan kekuatan kesehatan dan selalu tawakal,” katanya.

Helmi pun menganjurkan ibu dari 13 anak ini, agar mendoakan anaknya yang menggugat itu segera disadarkan dan diberikan hidayah oleh Allah SWT.

“Amih doakeun putra teh supados engal sadar kana kakhilafanna. Janten upami ngadoa teh awalna kedah kieu, Ya Alloh abdi rido ka putra abdi, mugi pun anak sing engal disolehkeun, kitu Mih,” kata Helmi, dengan suara agak terbata-bata.

Siti Rohaya yang sudah hampir dua tahun tinggal di rumah anak bungsunya, Leni, mengaku tak menyangka  akan berusan dengan hukum. Apalagi akibat gugatan perdata masalah utang-piutang dengan anak kandungnya sendiri, Yani dan suaminya, Handoyo.

“Teu nyangki pun anak dugi ka kituna. Duka kumaha atuh, Amih oge teu ngartos, naha pun anak teh janten kitu. Nembean ibu mah nincak ka pengadilan ayeuna,” katanya.

Siti Rohaya juga tidak lupa mengucapkan terima kasih atas kunjungan Wakil Bupati Garut itu,  bantuan moril, serta pendampingan hukum dari LBH dan P2TP2A untuk dirinya.

“Hatur nuhun kana kasumpingan sareng bantosanna. Janten ngarepotkeun sadayana,” ujarnya seraya tersipu.

Kasus ini akan terus bergulir di mejahijau, persidangan berikutnya akan digelar Kamis (30/3/17), di Pengadilan Negeri Garut. (Jay/GE).***

Editor : SMS

TULIS KOMENTAR KAMU DI SINI