Waduh! PSK dari Tasik Eksodus ke Garut Selatan

MERASA tak nyaman menjalankan operasi transaksi seksual di Tasik, ternyata Pekerja Seks Komersial (PSK) di sana eksodus ke Garut Selatan. Mereka berdalih, transaksi seksual di Garut Selatan relatif lebih aman karena luput dari pantauan para penegak hukum.

“Di Tasik mah ampir unggal poe dirazia. Jadi mending di dieu teu dirazia Satpol PP,” ujar salah seorang PSK initial Y yang berkedok profesi sebagai pemandu lagu, Minggu (27/12/2015).

Y mengaku beroperasi di kawasan wisata Sayang Heulang dan Pantai Santolo. Menurutnya, saat ini para wisatawan mulai melirik keindahan di sepanjang Pantai Garut Selatan. Oleh sebab itu, dirinya bersama beberapa orang lainnya berani datang ke Garut Selatan.

Meski tak setiap hari melayani para lelaki hidung belang, namun saat kedua tempat tersebut ramai dikunjungi dirinya berhasil mengantongi uang ratusan ribu dalam semalam. Sambil tertawa kelakar, Y mengaku malam ini saja dirinya berhasil membawa pulang Rp 600 ribu.

“Lumayan lah dari pada jadi pembantu,” candanya sambil tertawa lepas.

Pengakuan Y berlanjut, dirinya tinggal mengontrak rumah kecil di pinggir Jalan Raya Cikelet. Saat hendak beroperasi ia berangkat sendiri dengan menggunakan sepedamotor matiknya. Meski ia harus menerobos hutan sayang heulang, pekerjaan itu terus ia tekuni sejak satu tahun silam.

Pantauan “GE” suasana di tempat wisata Sayang Heulang dan Pantai Santolo sangat berbeda jika dibandingkan dua atau tiga tahun ke belakang. Tidak hanya menikmati keindahan hamparan pasir putih dan derasnya ombak Laut Selatan, kini para wisatawan bisa menikmati gemerlapnya hiburan malam di kedua tempat tersebut.

Tempat hiburan malam seperni ini, tentunya menjadi surga bagi para wisatawan yang berkunjung ke Pantai Garut Selatan. Lalu berapakah tarif yang dipasang para PSK ini? jawabannya akan kita kupas pada edisi Garut Express yang akan datang. Bersambung….! (Tim GE)***