Wabup Prihatin, Satu Rumah Dihuni Banyak Keluarga

dr.Helmi Budiman (Wakil Bupati Garut)

KARANGPAWITAN, (GE).- Kabupaten Garut yang baru terlepas dari status daerah tertinggal di Jawa Barat ternyatta masih banyak warganya yang belum memiliki rumah tinggal. Hal ini diakui Wakil Bupati, Helmi Budiman kepada kalangan wartawan.

“Secara umum kita masih memerlukan 40 ribu rumah, khususnya untuk masyarakat berpenghaslan rendah (penghasilan maksimal Rp 4 juta- red). Laporan dari dinas sampai saat ini baru terealisasi 1.500 unit, dari target kita sebanyak 4 ribu unit rumah,” kata Helmi, saat menghadiri ground breaking proyek Perumahan Nasional (Perumnas) Griya Karangpawitan, di Kecamatan Karangpawitan, Senin (22/08/2016).

Helmi menyambut positif kehadiran proyek Perumnas untuk tahap kedua setelah Perumnas cempaka di Kelurahan Lebakjaya, Karangpawitan. Sebab katanya, kekurangan perumahan di daerahnya mengakibatkan masih banyak terlihat di perkampungan. Banyak rumah yang dihuni oleh lebih dari satu keluarga.

Ditemui di tempat yang sama, Staf Ahli Menteri Bidang Sosial Budaya dan Peranan Masyarakat pada Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat. Dr. IR. lana Wiyanati, MCP, mengatakan, dalam upaya memenuhi kebutuhan tempat tinggal masyarakat berpenghasilan rendah, Kementerian PU dan PR tengah melaksanakan program pembangunan satu juta rumah pertahun.

“Program tersebut siperuntukan bagi masyarakat berpenghasilan rendah, maksimal Rp 4 juta perbulan. Di Garut ini program yang kedua, sebelumnya kita bangun di Perum Cempaka . Yang kedua ini kita kembangkan di sini, dengan luas lahan lahan 17,3 hektar, akan dibangun 1009 unit rumah untuk kelas menengah ke bawah,” jelasnya.

Ditambahkanya, pada program pertama di Perum Cempaka dibangun 1.109 rumah, dengan luas lahan 23,5 hektar. (Dief).

TULIS KOMENTAR KAMU DI SINI

Komentar

BAGIKAN