Wabup Menilai Sistem Intelijen Pemkab Garut masih Lemah

GARUT,(GE).- Tersebarnya berbagai informasi di era digital seperti sekarang kian tak terbendung. Siapapun dapat mengaksesnya secara instan  melalui broadcast di gadget-nya masing-masing. Tak terkecuali informasi intelijen yang sangat rahasia bisa juga diketahui khalayak.

Menanggapi hal tersebut, Wakil Bupati Garut, dr. Helmi Budiman, menyebutkan, sistem intelijen aparatur pemerintah di Kabupaten Garut, Jawa Barat, masih lemah. Sehingga informasi yang selama ini didapat lebih cepat dari pihak yang tidak berkepentingan (bukan pemerintah/red).

“Selama ini sering sekali mendapatkan infomasi dari luar, kita masih lemah. Informasi yang dimiliki kabupaten seringkali terdahului oleh informasi luar,” kata Helmi, usai membuka pelatihan Sistem Informasi Intelijen bagi Aparatur Pemerintah Kabupaten Garut, Rabu (22/3/17).


Dijelaskannya, kegiatan pelatihan sistem informasi bagi aparatur pemerintah di Garut sangat diperlukan untuk meningkatkan kemampuan intelijennya. Aparatur pemerintah daerah dapat menggunakan sistem informasi sebaik-baiknya agar pimpinan pemerintah dapat melakukan keputusan secepatnya.

“Pimpinan ingin mendapatkan informasi sehingga kami dapat segera mengambil keputusan langkah strategis, cepat dan benar pula, ini yang kita harapkan sistem informasi intelijen,” katanya.

Diharapkannya, seluruh jajaran aparatur pemerintah hingga kecamatan dapat menggunakan alat teknologi atau media sosial untuk mendapatkan informasi lebih cepat dan akurat.

“Kita dapat gunakan media sosial, telpon, WA (whatsapp) untuk mendapatkan inforamsi lebih cepat, makanya harus dapat memanfaatkan teknologi,” tukasnya.

Diklat Sistem Informasi Intelijen saaat itu  diikuti sekira 50 Pegawai Negeri Sipil (PNS) dari seluruh kecamatan se Kabupaten Garut. Dalam acara ini panitia menghadirkan pemateri berkompeten di bidangnya, salah satunya Dani Gautama yang merupakan Kepala Badan Intelijen Negara Daerah Jawa Barat. (Tim GE)***

Editor: Kang Cep

TULIS KOMENTAR KAMU DI SINI