Wabup, Helmi Budiman: Kunci Keberhasilan Bermuamalah adalah Kejujuran

GARUT,(GE).- Forum Barudak Ekonomi Syariah Garut (ForBest) bekerjasama dengan Sekolah Tinggi Ekonomi Islam (STEI SEBI) Depok, MES Garut, dan Badan Amil Zakat Nasional Garut gelar seminar Ekonomi Syariah di Aula SMKN 12 Garut. Ahad (22/01/2017).

Seminar yang rutin diadakan setiap tahun tersebut kali ini mengusung tema “Pembangunan Daerah Bersama Ekonomi Syariah”. Seminar yang di moderatori oleh KSEI Isef STIE SEBI, Tri Aji pamungkas, menampilkan tiga narasumber. Mereka adalah wakil ketua II STIE SEBI Dadang Romansyah, SE.,MM.,SAS, ketua MES Garut Imam Solahudin, ST., S.Ag., M.Si, dan ketua Baznas Garut Rd Aas Kosasih, S.Ag.,M.Si.

Terdapat tiga bahasan penting dalam seminar tersebut yaitu, peranan Ekonomi Syariah dalam membangun daerah, peran pemuda dalam membangun daerah dan strategi Badan Amil Zakat dalam membangun daerah.


Wakil Bupati Garut, dr. Helmi Budiman yang menjadi keynote speech dalam seminar tersebut mengapresiasi digelarnya Seminar Ekonomi Syariah tersebut. Helmi mengungkapkan saat ini kendala masyarakat dalam bermuamalah adalah kurangnya pengetahuan tentang muamalah secara Islam, atau secara syariah.

Lebih jauh Helmi memaparkan, kunci keberhasilan bermuamalah adalah kejujuran yang disertai dengan diamalkannya hukum-hukum syariah. Rasulullah SAW adalah nabi yang sukses bermuamalah di Syam, Rasul mengedepankan kejujuran.

Kejujuran inilah yang mesti ditanamkan bagi para pelaku ekonomi termasuk pelaku ekonomi di Kabupaten Garut.

“Ekonomi syari’ah itu harus bekerja sama dengan para Da’i, para Ulama bersinergi bagaimana mensyari’ahkan masyarakat. Jadi kalau masyarakatnya tidak ngerti syariah itulah tantangan kita dalam menerapkan ekonomi syariah,” ungkapnya.

Masalah utama di Garut menurut Helmi adalah kesejahteraan petani. Petani di Garut bisa dikategorikan pandai mengurusi pertaniannya, tetapi mereka punya masalah dengan harga jual. Itulah Pe-er kita yang harus mengelola, memperhatikan para petani.

Ditambahkannya, kedepannya subsidi untuk pertanian fokus di sektor hilir bukan di sektor hulu, semisal subsidi pupuk, benih, subsidi yang berkaitan dengan produksi nantinya akan dihapus dan akan dialihkan ke subsidi hilir. (Sidqi Al Ghifari)***

Editor: Kang Cep.

TULIS KOMENTAR KAMU DI SINI