Wabup Garut Telah Tentukan Kriteria Calon Kadisdik, Namanya Mulai Mengerucut

GARUT, (GE).- Calon kepala dinas pendidikan (Kadisdik) Garut mulai mengerucut menjadi tiga nama. Awalnya ada sembilan nama yang mendaftar dan mengikuti Asesmen “Suatu penilaian yang komprehensif dan melibatkan anggota tim untuk mengetahui kelemahan dan kekuatan”.

Tiga nama yang masuk dalam nominasi yaitu, Totong, S.Pd, M. Pd yang saat ini menjabat Kabid SMP Disdik Garut. Budi Suhardiman saat ini menjabat Kepala SMPN 2 Garut dan Asep Jaelani yang saat ini menjabat sebagai Sekretaris DPMD Garut.

Munculnya tiga nama hasil asesmen ini tentunya telah melalui saringan yang cukup ketat. Dinas pendidikan menjadi jabatan pilihan favorit bagi eselon dua.


Wakil Bupati Garut, Helmi Budiman, telah menetapkan kriteria untuk menduduki calon Kadisdik. Menurutnya siapa saja bisa menjadi Kadisdik asalkan syaratnya terpenuhi.

“Saya kira siapa pun boleh jadi Kadisdik asalkan track record-nya jelas mengerti pendidikan. Ikuti aja prosedurnya,” kata dr. Helmi saat ditemui di rumahnya di Komplek Intan Regency, Tarogong Kidul, Kabupaten Garut, Jawa Barat, Senin (19/11/2018).

Wabup menjelaskan, sebenarnya ada lima dinas yang dilelang. Semuanya ada 31 orang yang melamar.

Dari lima dinas yang dilelangkan, dinas pendidikan yang paling banyak pelamarnya. Total pelamar untuk dinas pendidikan ada sembilan orang.

“Pelamar untuk menjadi Kadisdik ada 9 orang. Sekarang sudah mengerucut jadi 3 orang,” kata Helmi.

Wabup menjelas, kriteria untuk ditetapkan menjadi Kadisdik harus memiliki kompetensi yang bisa menjawab persoalan di dunia pendidikan Garut. Persoalan Disdik saat ini adalah meningkatkan rata-rata lama sekolah.

“Saat ini rata-rata lama sekolah warga Kabupaten Garut hanya 7,2 tahu. Jadi kalau dirata-ratakan pendidikan warga Garut baru kelas 2 SMP,” kata dia.

Selain itu, calon Kadisdik pun harus bisa memecahkan persoalan pemerataan guru. Saat ini guru banyak menumpuk di kota. Tapi di daerah terpencil masih terjadi kekurangan guru.

“Saya berharap, Kadisdik baru nanti akan bisa memetakan pendistribusian guru. Jadi jangan menumpuk di kota. Sehingga terjadi ketimpangan kualitas pendidikan,” ungkapnya.

Persoalan terakhir yang harus dipecahkan oleh Kadisdik baru yaitu menanamkan pendidikan karakter. Sehingga setiap siswa memiliki kemampuan akademik dan kesolehan secara religi.

“Ini harus jadi barometer. Sukses dunia pendidikan bukan hanya pintar dalam keilmuan. Namun mendidik karakter menjadi soleh harus diutamakan,” ucapnya. (Farhan SN)***

TULIS KOMENTAR KAMU DI SINI