Wabup Garut : Jumlah Warga Terkatagori Miskin di Garut Lebih Dari 12 Persen

GARUT, (GE).- Menurut catattan Wakil Bupati Kabupaten Garut, dr.Helmi Budiman, jumlah warga terkatagori miskin di Kabupaten Garut mencapai 12,86 persen, atau sekitar 300 ribuan warga. Angka ini kata Helmi, masih tinggi jika dibandingkan dengan tingkat kemiskinan rata-rata nasional. Terlebih jika dibandingkan dengan rata-rata Jawa Barat, yang sudah dibawah 10 persen.

“Ya, ada sekitar 12,86 persen warga terkatagori miskin di Garut. Ini lebih tinggi dari angka nasional, dan lebih tinggi dari Jawa Barat, yang sekarang sudah dibawah 10 persen,” jelasnya.

Helmi berharap adanya penangulangan kemiskinan ini. Diantaranya diperlukan adanya sinergitas antara pemerintah serta elemen lainnya.


“Bukan hanya kewajiban pemerintah saja, tapi bagimana mengkoordinasikan unsur – unsur yang lain, sehingga sinergitas semua elemen untuk fokus pada penanggulangan masyarakat miskin,” katanya, usai mengikuti rapat koordinasi tim percepatan penangulangan kemiskinan Garut, yang digelar Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Garut Selasa (11/04/2017).

Dikatakannya apa yang dilakukan Baznas dan Lembaga Amil Zakat (LAZ) yang dikelola oleh ormas Nahdatul Ulama (NU), Muhammadiah, Persis dan lainnya juga sudah mulai melakukan gerakan-gerakan untuk mengentaskan kemsikinan. Tidak hanya lembaga amil zakat saja, para pengusaha  Garut juga harus bisa melakukan hal yang sama.

“Karena tidak bisa hanya dengan satu lembaga, seluruhnya harus dilibatkan, karena itu strategisnya itu sinergi semua pihak,” katanya.

Helmi menyebutkan, di Pemda sendiri semua dinas harus ada program pengentasan kemsikinan. Misalnya di Dinas Peternakan, program peternakan apa yang bisa merekrut orang untuk bekerja.

“Begitupun di dinas lainya yang sama harus memiliki program pengentasan kemiskinan,” tandasnya.

Sementara itu, Ketua Baznas Kabupaten Garut Aas Kosasih mengatakan lembaganya sudah semestinya melakukan koordinasi dengan pemerintah daerah. Menurutnya potensi zakat pemda Garut sangatlah besar.

“Bila dikalkulasikan jumlah pegawai yang ada sekarang bisa sampai 50 milyaran per tahunnya,” katanya.

Sementara untuk dinas yang paling banyak menyumbang pada tahun ini ialah Dinas Kesehatan. Meski demikian potensinya paling banyak ialah Dinas Pendidikan. (Jay).***

Editor : Kang Cep.

TULIS KOMENTAR KAMU DI SINI