Viral !, Siswi SMP di Garut Lecehkan Siswi Berprestasi

GARUT,(GE).- Baru-baru ini jejaring media sosial (medsos) dihebohkan dengan video aksi pelecehan (persekusi) seorang siswi di Garut terhadap temannya sesama siswi SMP. Dalam video berdurasi kurang lebih 20 detik tersebut, tampak seorang siswi berseragam SMP melakukan tindakan tidak terpuji terhadap siswi dengan cara menyemburkan air dari mulutnya ke muka salah seorang siswi yang juga berseragam SMP. Saat melakukan aksi pelecehan itu disaksikan sejumlah teman temannya.

Belakangan diketahui, pelaku pelecehan itu diketahui bernama Kiranti, sedangkan yang merekam videonya bernama Lusi, keduanya merupakan siswi kelas 9 di SMPN 9 Tarogong Kidul, Kabupaten Garut.

Sementara itu, siswi yang menjadi korban dalam aksi pelecehan ini diketahui bernama Keisya yang merupakan siswi SMPN 1 Tarogong kidul.


Dari informasi yang ditermia Kepala SMPN 1 Tarong kidul, korban diduga dilecehkan karena soal kesalahfahaman. Korban difitnah telah mengejek pelaku, meski korban telah minta maaf namun tetap diperlakukan buruk. Sementara, insiden tersebut diduga terjadi pada hari Rabu (17/01/2018), saat jam pulang sekolah.

Akibat insiden tersebut, dikabarkan korban mengalami trauma hingga enggan masuk sekolah. Korban sendiri merupakan salah seorang siswi berprestasi di sekolahnya.

Kepala SMPN 1 Tarogong kidul, Agus Sustisan, mengatakan, usai kejadian tersebut, anak didiknya enggan masuk sekolah. “Langsung drop dan sampai sekarang belum bisa sekolah. Saya sebagai kepala sekolah prihatin sekali, padahal anak kami (siswi) itu anak berprestasi. Korban dikira mengejek padahal anak itu tidak pernah,” ungkapnya, Jumat (19/01/2018).

Menanggap insiden pelajar SMP tersebut, Kapolres Garut AKBP. Budi Satria Wiguna langsung turun tangan. Kapolres langsung menggelar pertemuan dengan pihak sekolah dan mengumpulkan seluruh pelajar di SMP tersebut.

Menurut Kapolres, pihaknya (Polisi) belum menemukan usnur pidana dalam kejadian itu. Karena memang tidak ada laporan, baik dari siswi maupun pihak keluarganya.
Dari informasi, pihak kepolisian, para siswi itu hanya bercanda merekam vodeo, mereka tidak menyangka videonya akan viral di medsos.

“Setelah ditanya ke sekolah, itu perbuatan tidak sengaja, dampaknya jadi terganggu dan mereka tidak sekolah. Guyon ternyata jadi viral,” tandasnya.

“Kami sudah minta maaf ke pihak sekolah (SMPN 1 Tarogong kidul). Kami juga tidak tahu entah apa perselisihannya sengingga terjadi kejadian itu,” tutur Muhidin, Kepala SMPN 2 Tarogong kidul.

Sementara itu, Kabid SMP pada Disdik Garut, Totong, menyatakan bahwa kejadian itu dipicu kesalahpahaman dalam percakapam di media sosial Whatsapp. “Kejadiannya dipicu kesalahpahanan antar siswi, saat chat di media sosial whatsapp,” tandasnya. (Tim GE)***

TULIS KOMENTAR KAMU DI SINI