Usai Lebaran Volume Sampah Meningkat, DLHKP: Garut Darurat Sampah

Pascalebaran, tampak sampah menumpuk di salah satu ruas jalan kawasan perkotaan Garut hingga meluber ke badan jalan. Minggu (24/06/2018)/ foto: Tim GE.

GARUT, (GE).– Pascalebaran, volume sampah di wilayah Kabupaten Garut mengalami peningkatan signifikan. Penumpukan sampah ini cukup merepotkan petugas, terlebih sarana angkutan sampah saat ini terbatas.

Menurut Sekertaris Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kabupatern Garut, Gurdiansyah, volume sampah usai lebaran tahun ini (2018) melebihi kapasitas. Tumpukan sampah ditenggarai berasal dari limbah domestik, seperti sampah rumah tangga, pasar dan industri.

“Dibanding hari-hari biasanya, pascalebaran memang terjadi peningkatan volume sampah yang cukup signifikan,” ujarnya , Minggu (24/6/2018).


Dijelaskannya, biasanya setiap hari ada 37 dumtruk pengangkut sampah yang dimiliki DLHK dengan rotasi dua kali sehari dan bisa mengangkut hampir 880 meter kubik. Namun pascalebaran volume sampah naik hampir 30 persen.

Gurdiansyah menyebut, pihaknya terpaksa harus mengintensifkan petugas dan menambah jadwal rotasi pengangkutan sampah. Hal ini dilakukan untuk menghindari terjadinya penumpukan di tempat pembuangan sementara yang banyak terdapat di titik-titik perkotaan.

Menurutnya, dari total tumpukan sampah tersebut hampir 97 persen merupakan sampah logistik rumah tangga. Sedangkan sisanya merupakan sampah pasar dan industri. Seluruh sampah dari Garut ini dibuang ke TPA Pasir Bajing yang berlokasi di wilayah Desa Sukaraja Kecamatan Banyuresmi.

“Tak ada tempat lain yang bisa digunakan sebagai tempat pembuangan akhir selain TPA Pasir Bajing. Sedangkan saat ini kondisi di sana sudah melebihi kapasitas,” katanya.

Melihat kondisi saat ini, diungkapkan Gurdiansyah, Kabupaten Garut sudah masuk dalam status darurat sampah. Untuk mengatasinya diperlukan peningkatan kesadaran masyarakat agar bisa mengelola sampah di lingkungannya masing masing agar dapat mengurangi beban kapasitas TPA Pair Bajing.

Masih menurut Gurdiansyah, rencananya Pemkab Garut akan menambah sejumlah truk armada pengangkut sampah. Hal ini sesuai komitmen kepala daerah bahwa minimal di 10 kecamatan penghasil sampah terbanyak harus disiagakan satu unit dumtruk sampah.

“Memang harus sudah ada tambahan dumtruk pengangkut sampah mengingat yang sudah ada saat ini masih kurang. Apalagi dari 37 dumtruk yang ada saat ini, hanya 16 unit yang masih layak,” ungkapnya.

Selain minimnya arnada pengangkut sampah, di institusinya saat ini juga kekurangan SDM. Oleh karena itu dipandang sangat perlu adanya penambahan SDM terutama untuk bagian lapangan.(Tim GE)***

Editor: ER.

TULIS KOMENTAR KAMU DI SINI