Upaya Perdamaian Bupati VS Ikada Menemui Jalan Buntu

KOTA, (GE).- Upaya perdamaian antara Bupati dan Ikada sudah tertutup keduanya bersikukuh pada pendiriannya. Sebenarnya upaya perdamaian diantara keduanya sempat akan terjalin saat Dewan Pendidikan dan DPRD Garut dalam hal ini Komisi D yang berkeinginan untuk menjembatani kekisruhan ini.

Tepatnya Kamis (19/11/2015), Dewan Pendidikan dan DPRD berkumpul di kantor Dewan Pendidikan. Pada pertemuan tersebut diundang pula Kepala Dinas Pendidikan, PGRI dan perwakilan Ikada. Namun Kadisdik, PGRI dan Ikada tak kunjung hadir pada pertemuan tersebut.

Ketua Komisi D, Asep De Maman, mengutarakan saat ini DPRD masih menunggu keputusan persidangan. Sebagai institusi legislatif dirinya tak bisa berbuat banyak dalam permasalahan yang sudah dibawa ke meja hijau. Namun sebelumnya berbagai upaya telah dilakukannya agar permasalahan ini bisa diselesaikan melalui jalur mediasi. Namun karena keduanya tetap pada pendirian masing-masing berarti DPRD tinggal menunggu hasil PTUN.
Asep mengaku, jika pada sidang PTUN kali ini dimenangkan oleh pihak penggugat tentunya akan terjadi kekacauan bagi para pelaku pendidikan. Pasalnya, Pemkab sebagai tergugat harus membatalkan Surat Keputusan (SK) pengangkatan kepal sekolah yang telah ditetapkan tempo hari.

Sebenarnya kata Asep, pihak PTUN telah menyarankan agar kedua belah pihak bermediasi. Namun sampai saat itu, niatan kedua belah pihak untuk melakukan mediasi sangat jauh. Bahkan pada satu kesempatan Disdik diundang agar bisa bermediasi namun tak hadir dengan alasan belum menerima arahan dari Bupati.

“Jalur mediasi yang dicoba sudah gagal beberapa kali. Kini DPRD hanya bisa menunggu hasil PTUN,” ujar Asep, Rabu (25/11/2015).

Meski proses hukum saat ini terus bergulir, ujar Asep, namun dirinya masih berharap kedua belah pihak bisa membuka diri agar bisa melakukan mediasi. Menurutnya, terlalu banyak energi yang terbuang dengan mengurus perkara di PTUN. Tentunya kedua belah pihak harus menurunkan tensi masing-masing. Tujuannya tentu saja agar pendidikan di Garut bisa berjalan sesuai dengan harapan. (Farhan SN)***