Sebagai Upaya Melestraikan Seni Tradisi, Danrem 062 Garut Apresiasi Pagelaran Wayang Golek

CIBIUK, (GE).- Sejak zaman dahulu kala, daerah Garut dikenal dengan kekayaan seni dan budayanya. Hal ini terbukti dengan terpeliharanya berbagai seni tradisi budaya yang hingga sekarang masih eksis. Salah satu seni tradisi yang selalu mendapat tempat di hati masyarakat diantaranya wayang golek dan pencak silat. Seiring perkembangan zaman, eksistensi beberapa seni tradisi nampaknya mulai memudar, hal ini diakibatkan kurangnya pembinaan dan dukungan pihak pihak terkait.

Demikian diungkapkan Danrem 062/TN, Kolonel Inf. Joko Hadi Susilo, saat menghadiri malam pentas budaya Pagelaran Wayang Golek di Kampung Cihanja, Desa Pasir Lingkung, Kecamatan Cibiuk, Kabupaten Garut, belum lama ini.

“Saya sampaikan apresiasi dan terima kasih atas kerja sama Yayasan Pendidikan Islam Al-khudori di bawah asuhan Kolonel Inf Asep Saepudin atas terselenggaranya pagelaran pagelaran seni ini. Terima kasih juga saya sampaikan kepada Pemda Garut dan segenap warga Kampung Cihanja dan Cibiuk,” tutur Danrem, dala sambutannya.

Dalam sambutannya, Danrem juga memaparkan, bahwa sejak era penjajahan, pasca kemerdekaan dan era reformasi ikut berpengaruh pada seni budaya lokal. Terlebih hadirnya sarana komunikasi dan teknologi internet merupakan tantangan khusus bagi pelaku seni budaya, terutama untuk mempertahankan dan melestarikannya.

“Saya khawatir bila kondisi ekonomi tidak membaik, lama-lama pentas budaya daerah di masyarakat tidak akan bertahan. Untuk melestarikan seni budaya tersebut, maka Danrem 062/Tn bersama Tokoh masyarakat Kolonel Inf Asep Saepudin, menghimbau untuk melestarikan seni buadaya tradisi ini,” paparnya.

Dalam kesempatan kali ini, secara simbolis Danrem menyerahkan seperangkat alat Pencak Silat kepada Perguruan Pencak Silat Gagak Lumayung. Danrem pun menyarankan agar terus dilakukan kolaborasi seni tradisi dan seni kontemporer agar seni budaya daerah bisa bertahan. Adapun seni budaya dari luar bisa diambil asal berkualitas guna memperkuat keberagaman seni budaya.

Danrem mengajak semua pihak, pelaku seni, dan yang peduli untuk berusaha mempertahankan, dan melestarikan seni tradisi. Diperlukan pula sikap peduli tenaga, peduli pikir, dan peduli dana (jer basuki mawa bea) agar seni tradisi mampu bertahan di era globalisasi.

“Motto Kabupaten Garut dalam aplikasi kerja nyata dalam pembangunan Tata Tentrem Kerta Raharja dikaitkan Korem sebagai Komando Kewilayahan siap mendukung. Baik dalam keamanan maupun program Pemerintah diantaranya Program Ketahanan Pangan, Perluasan Cetak Sawah, Serapan Gabah Petani (Sergap), Pendampingan, dan lain-lain.” Urainya, seraya menutup sambutan.

Pagelaran Seni Budaya Wayang Golek ini sendiri merupakan salah satu bagian dalam rangka memeriahkan HUT Kemerdekaan RI ke-71. Selain dihadiri Danrem 062/Tn beserta staf, hadir pula Kadispora Kabupaten Garut, Muspika Kecamatan Cibiuk, Tokoh Masyarakat, Tokoh Agama, Tokoh Pemuda dan masyarakat setempat. (Tim GE/ Penrem 062/Tn)***