Untuk Memperlancar Roda Perekonomian, Warga Tegalgede Meminta Jalan Desa segera Diperbaiki

SEBUAH kendaraan minibus terpaksa berjalan merayap agar tidak terperosok ke dalam kubangan air yang cukup dalam, Kamis (27/4/17). Jalan Desa Tegalgede ini sejak lama tidak diperbaiki, meski merupakan jalur utama yang menghubungkan empat kecamatan di kawasan Garut Selatan. (SMS/GE)***

GARUT, (GE).- Jalan Desa Tegalgede, Kecamatan Pakenjeng, Kabupaten Garut, Jawa Barat, seajak lama tidak diperbaiki. Padahal, jalan desa sejauh 17 km tersebut merupakan jalur lalu lintas yang aktif digunakan warga dari empat kecamatan, yaitu Kecamatan Pakenjeng, Pamulihan, Cikelet dan Mekarmukti.

Di sejumlah titik, badan jalan tampak seperti kubangan kerbau. Akibatnya, kendaraan yang melintasi kawasan tersebut kerap mendapat kesulitan. Banyak kendaraan warga yang mengalami kerusakan. Pasalnya, bagian bawah badan kendaraan kerap terpentok batu besar pada saat melintasi jalanan yang bergelombang.

Menurut salah seorang tokoh warga Kampung Cimareme, Desa Tegalgede, Nurseno SP Utomo, kondisi jalan seperti ini sangat mengganggu kelancaran roda perekonomian warga. Harga-harga barang kebutuhan pokok pun menjadi mahal. Ongkos transportasi membumbung tinggi, karena tidak banyak pengemudi kendaraan umum yang bersedia mengantar penumpang ke kawasan tersebut.


Karena itu, warga setempat mendesak pihak Pemkab Garut segera memperbaiki kondisi jalan tersebut. Mereka berharap, dengan kondisi jalan yang lebih baik bisa memberi dampak positif terhadap peningkatan kesejahteraan mereka. Selain itu, Kampung Cimareme juga kerap dikunjungi tamu dari kota-kota besar seperti Bandung, Jakarta, Surabaya, bahkan dari luar negeri. Mereka selalu mengeluhkan kondisi medan jalan yang berat.

BADAN jalan yang bergelombang banyak ditemukan di sepanjang jalur Jalan Desa Tegalgede menuju Kampung Cimareme. Pengendara kendaraan baik roda dua maupun empat yang melintasi jalan tersebut harus ekstra hati-hati agar kendaraannya tidak slip atau tersangkut batu. (SMS/GE)***

“Tamu yang datang ke Paguron Syahbandar Kari Madi kan banyak. Mereka datang dari berbagai kota besar di Indonesia, bahkan ada yang dari luar negeri. Maksud kedatangan mereka untuk menimba ilmu di Paguron Syahbandar Kari Madi pimpinan Guru Besar Bapak Nurseno SP Utomo,” ungkap Yono, yang juga warga Kampung Cimareme.

Menanggapi keluhan warga tersebut, Sekda Garut, Iman Alirahman, SH, M.Si, mengatakan, pihak Pemkab Garut sudah berencana melanjutkan perbaikan jalan tersebut. Pemkab Garut, kata Iman, sangat mengapresiasi keinginan warga, karena hal itu pada akhirnya bisa menopang peningkatan IPM Kabupaten Garut.

“Kemarin perbaikan jalan yang kita lakukan memang baru sampai SMPN 4 Pakenjeng. Tapi, tahun ini kita sudah rencakan untuk dituntaskan sampai tembus ke Jalan Lintas Selatan. Nanti akan saya cek lagi ke Dinas PUPR,” papar Iman kepada GE, Jumat (28/4/17).

Iman juga berharap, perbaikan kondisi jalan desa tersebut benar-benar bisa memberikan dampak positif bagi peningkatan kesejahteraan perekonomian warga setempat. (SMS/GE)***

TULIS KOMENTAR KAMU DI SINI