Untuk Memastikan Wilayah Penjualannya, Polisi Terus Mengembangkan Penyelidikan Kasus Mie Berformalin

GARUT, (GE).- Aparat Polres Garut terus mengembangkan penyelidikan terkait ditemukannya pabrik mie berformalin di Kecamatan Samarang, Kabupaten Garut, Jawa Barat, tempo hari. Polisi berusaha menelusuri pasar di Bandung yang dijadikan tempat peredaran mie berformalin tersebut.

“Kami masih memintai keterangan terkait di mana saja lokasi penjualan mi tersebut,” kata Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Garut, AKP Hairullah kepada wartawan di Garut, Selasa (21/3/17) .

Hairullah mengatakan, bedasarkan pengakuan tersangka bahwa mie yang diproduksinya itu tidak dijual di Garut, melainkan secara rutin dijual ke wilayah Bandung. Namun, katanya, pengakuan tersangka masih perlu pemeriksaan lebih lanjut untuk memastikan kebenarannya.


“Kami masih melakukan pengembangan penyelidikan untuk memastikan apakah pengakuannya itu benar atau tidak,” katanya.

Lebih jauh diungkapkan, mie tersebut setiap harinya diproduksi sebanyak 400 kg sejak tahun 2000. Polisi memproses hukum kasus tersebut karena dinilai melanggar undang-undang tentang pangan yang memberikan dampak buruh terhadap kesehatan manusia.

“Kandungan formalin pada makanan termasuk mie, tentu berdampak buruk pada kesehatan,” jelas Hairullah.

Diberitakan sebelumnya, polisi mendapatkan laporan dari masyarakat adanya pabrik yang diduga memproduksi mie menggunakan bahan kimia formalin. Kemudian polisi memeriksa pabrik tersebut dan menemukan satu jeriken cairan kimia formalin yang diduga untuk campuran pembuatan mie. Polisi juga mengamankan pemilik pabrik, dan menyita mie siap edar, serta peralatan untuk pembuatan mie. (Farhan SN/GE)***

Editor : SMS

TULIS KOMENTAR KAMU DI SINI