Untuk Hilangkan Trauma, Anak-anak Korban Banjir Jalani Trauma Healing

KOTA,(GE).- Pascabanjir sejumlah anak-anak korban yang selamat dari amukan cimanuk di tampung di tempat pengusian, Aula Makorem 062 Tarumanegara. Untuk menghilangkan rasa takut (trauma), anak-anak korban banjir bandang ini menjalani terrapi trauma healing.

“Ya, ada beberapa relawan yang memberikan terapi trauma healing kepada korban, khususnya anak-anak,” ujar Kepala Kesiapsiagaan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Garut TB Agus Sofyan, Kamis (22/9/2016).

Dikatakannya, warga yang diungsikan ke Makorem 062 Tarumanegara, merupakan korban banjir yang kini sudah tidak lagi memiliki tempat tinggal. “Para pengungsi yang ditempatkan di Makorem adalah mereka yang sudah tidak lagi memiliki tempat tinggal.” Unglapnya.


Dandim 0611 Garut, Letkol Arm Setyo Hani, menegaskan, bencana banjir bandang membuat warga sebanyak 893 orang terdampak. Dari ratusan orang itu, tercatat ada 12 orang luka berat, dan 47 luka ringan.

“Untuk pengungsi yang telah kami data sementara sebanyak 735 orang,” kata Setyo.

Jumlah warga yang masih menjalani perawatan di RS Guntur hingga saat ini tercatat sebanyak 15 orang. “Sekarang tinggal 15 orang yang masih mendapat perawatan. Mereka dirawat di empat ruangan berbeda,” kata petugas RS Guntur, Endi Sopandi. (Tim GE)***

TULIS KOMENTAR KAMU DI SINI