Untuk Buka Blokade TPA Pasirbajing, Warga Malah Minta Dibuatkan TPU

GARUT, (GE).- Pemerintah Kabupaten Garut, meyakinkan jika sampah yang menumpuk di setiap Tempat Pembuangan Sementara (TPS), baik di daerah sampai pusat perkotaan, sudah bisa diangkut dan dibuang ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Pasirbajing, Kecamatan Banyuresmi.

Sebelumnya beberapa truk pengangkut sampah tidak bisa masuk kawasan TPA, menyusul adanya blokade jalan yang dilakukan warga Kampung Leuweungtiis, Desa Sukaraja, Kecamatan Banyuresmi, Kabupaten Garut Jawa Barat. Warga menilai selama ini pihak Pemkab Garut tidak pernah menepati janji untuk melakukan penutupan TPA tersebut.

” Saat ini, setelah adanya negosiasi yang dilakukan Bupati Garut dengan warga sekitar Pasirbajing, sampah-sampah sudah mulai berangsur dilakukan penarikan dari setiap TPS untuk dibuang kembali ke TPA Pasirbajing,” ungkap Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Kabupaten Garut, Asep Suparman, Selasa (03/1/2017).


Menurutnya, selama beberapa hari tidak bisa dilakukan penarikan sampah karena adanya penutupan akses jalan oleh warga sekitar. Akibatnya rautsan ton sampah menumpuk di setiap TPS yang tersebar di Kabupaten Garut.

” Sejak malam tadi, sudah mulai dilakukan penarikan sampah yang berada di TPS-TPS, termasuk sampah yang menumpuk di kawasan perkotaan,” tandasnya.

Di tempat terpisah, Bupati Garut, Rudy Gunawan, membenarkan, dengan telah dilakukan proses negosiasi dengan warga, yang sempat melakukan pemblokiran jalan. Sebenarnya pihak Pemkab Garut, telah memenuhi tuntutan meraka, yakni menginginkan dibangunkan Tempat Pemakaman Umum (TPU), di wilayah tersebut.

” Kami akan sediakan lahan untuk Tempat Pemakaman Umum (TPU) warga termasuk dengan penataannya,” rukasnya.

Terkait dengan tuntutan warga sekitar yang meminta TPA Pasirbajing untuk ditutup, pihaknya juga memiliki komitmen yang sama dengan mereka. Namun hal tersebut bisa terlealisasi bilamana TPA Legoknangka yang disediakan pihak Provinsi Jawa Barat sudah bisa digunakan.

” Kami sepakat dengan warga sekitar, kalau TPA Pasirbajing tidak dijadikan lagi sebagai tempat pembuangan akhir. Tetapi kan itu harus menunggu dulu TPA Legoknangka, apakah sudah bisa dipergunakan atau belum,” tukasnya.

Untuk mempercepat keinginan warga tersebut, pihak Pemkab Garut akan melayangkan surat pada pemerintah Provinsi Jawa Barat, untuk mempertanyakan penggunaan TPA Legoknangka, yang berada di kawasan Kabupaten Bandung tepatnya di wilayah Nagreg.

” Secepatnya kami akan mempertanyakan pada pihak Provinsi Jawa Barat,” katanya. (Hakim)***

Editor: Kang Cep.

TULIS KOMENTAR KAMU DI SINI