Uniga Gelar Seminar Nasional, Bahas Ketahanan dan Teknologi Pangan

UNIGA,(GE).- Seminar nasional ketahanan pangan dengan tema Upaya Meningkatkan Produktivitas Pertanian dan Peternakan dalam menunjang ketahanan dan keamanan nasional. Gelaran seminar yang digagas Fakultas Pertanian ini telah berlangsung di Aula Universitas Garut, Rabu (07/08/2016)

Berbagai isyu ketahanan pangan nasional maupun internasional dikupas tuntas dalam seminar ini. Salah satu  topik pembahasan diantaranya, bagaimana peran petani dalam memperhatikan mutu dan keamanan produk pangan.

Menurut Ir. A. Iskandar. K, Me. Selaku pemateri dan juga Vice President PT. Sucofindo, mengatakan ketahanan itu pangan sangat penting, karena perdagangan semakin meningkat. Tidak hanya soal jumlah atau uang, standar keamanan dan kualitaspun harus diperhatikan oleh para pelakunya.

“Standar tersebut adalah spesifikasi teknis, termasuk tata cara dan metode yang terkait dengan memperhatikan syarat-syarat keselamatan, keamanan kesehatan, lingkungan hidup, perkembangan ilmu pengetahua dan teknologi,” jelasnya.

Diungkapkannya, masyarakat kita sekarang tidak boleh terus-terusan menjadi konsumen. Dibukanya perdagangan bebas Asia harus dijadikan peluang bagi para pelaku usaha maupun petani.  Para pelaku usaha atau para petani harus tahu standar ekspor, sehingga produk mereka bisa bersaing di kancah internasional.

“Saya sangat mengapresiasi Fakultas Pertanian Uniga. Kini Uniga juga telah membuka prodi baru, yaitu teknologi pangan. Mungkin ini adalah jawaban yang nantinya para mahasiswa bisa bersaing dengan negara-negara lain, khususnya di bidang pertanian,” urainya.

Menurut Ketua Asosiasi Pengusaha Komoditi Agro H. Endang Solihin, SE., masalah utama pertanian di Kabupaten Garut adalah kurangnya pemahaman tentang teknologi pangan dan bagaimana mendistribusikan hasil pertaniannya.

“Kebanyakan pelaku bisnis pertanian di Kabupaten Garut itu lulusan SD-SMP.  Banyak juga sarjana pertanian, tapi tidak berkonsentrasi penuh dalam bidangnya. Mungkin karena pandangan sebagian orang bahwa pertanian itu kurang menarik.  Padahal apabila jeli, dunia pertanian itu sangat mengungtungkan,” ungkapnya.

Diharapkannya, Pemkab Garut lebih memperhatikan pelaku-pelaku pertanian. Pemerintah harus proaktif dalam menyambut teknologi pertanian, agar pertanian lebih maju. (Sidqi Al Ghifari)***