Uniga Bentuk Pusat Studi ASEAN

Dirjen Kerja Sama ASEAN Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia I Gusti Agung Wesaka Puja, bersama Rektor Universitas Garut Prof. Dr. H. Abdusyakur (kiri), saat peresmian PSA Uniga./ Useu. GR/'GE'

UNIGA,(GE).- Universitas Garut (Uniga) secara resmi membentuk Pusat Studi ASEAN (Asia Tenggara). Kehadirannya sangat penting bagi masyarakat Garut karena sebentar lagi akan memasuki awal pelaksanaan Masyarakat ASEAN, Desember mendatang.

Peresmian Pusat Studi ASEAN itu dihadiri Dirjen Kerja Sama ASEAN Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia I Gusti Agung Wesaka Puja, Rektor Universitas Garut Prof. Dr. H. Abdusyakur, serta Wakil Bupati Garut dr. Helmi Budiman. Kegiatan peresmian berlangsung pada Kamis (5/11) lalu yang bertempat di gedung serba guna Uniga. Dihadiri pula unsur masyarakat, mahasiswa dan dosen dari sejumlah perguruan tinggi lainnya.

Rektor Uniga H. Abdusyakur, menjelaskan, pembentukan Pusat Studi ASEAN (PSA) merupakan satu wadah yang akan memberikan sosialisasi kepada masyarakat mengenai masyarakat ASEAN.

Selain itu, PSA bisa menjadi etalase potensi masyarakat Garut yang harus bisa bersaing di era masyarakat ASEAN nanti.
Dirjen Kerja Sama ASEAN Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia I Gusti Agung Wesaka Puja, menegaskan, Uniga harus mampu memberikan pemahaman dan pembelajaran terkait para produsen yang nantinya mampu bersaing di dunia internasional.
I Gusti Agung Wesaka Puja menilai, jika dilihat dari segi potensi, masyarakat Garut akan bisa bersaing di era masyarakat ASEAN.
“Garut potensinya sangat banyak ada pertanian, maritim, dan UKM. Nah, ini yang harus dikembangkan dalam menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN,” ungkapnya.

Namun hal tersebut bukan salah satu hal yang menjamin keberlangsungan sistem masyarakat ASEAN yang baik.
“SDM dan pendidikan pun jelas harus ditingkatkan dari sekarang agar tidak tersisihkan. Uniga sangat pas bila dijadikan salah satu wadah studi ASEAN,” tuturnya.
Sementara itu, Wakil Bupati Garut dr. Helmi Budiman memberikan apresiasi tinggi terhadap Uniga yang telah resmi membentuk Pusat Studi ASEAN di Garut. Karena, sementara ini baru 19 lembaga yang dinilai mumpuni dalam membentuk PSA ini dan salah satunya Uniga.

“Dengan adanya PSA di Universitas Garut, semua warga Kabupaten Garut tidak akan kalah bersaing dengan masyarakat luar negeri dalam menghadapi masyarakat ASEAN,” katanya.
Uniga kini sejajar dengan 18 universitas lainnya di Indonesia yang yang ditunjuk pemerintah menyelenggarakan Studi Penelitian

Masyarakat ASEAN dengan dibentuknya PSA. Diantaranya, Universitas Gadjah Mada (UGM), Universitas Airlangga (Unair), Universitas Indonesia (UI), Universitas Hasanuddin (Unhas), dan Universitas Padjadjaran (Unpad).

Pendirian PSA diharapkan dapat berkontribusi dalam mendorong kesiapan Indonesia menghadapi Masyarakat ASEAN. Dimana Masyarakat ASEAN terdiri atas tiga pilar, yakni pilar masyarakat politik-keamanan, ekonomi, dan sosial budaya. Karenanya, sangat beruntung Garut memiliki PSA di Uniga yang tentu saja akan mendorong eksistensi Garut dalam menghadapi era Masyarakat ASEAN.(Useu G. Ramdani)***

TULIS KOMENTAR KAMU DI SINI

Komentar

BAGIKAN