Tuntut Penutupan Tempat Hiburan Malam, Demo FPI Ricuh

GARUT, (GE).- Aksi unjuk rasa ormas Front Pembela Islam ( F-P-I ) di Kabupaten Garut-Jawa Barat, selasa (24/05/2016) siang  berlangsung ricuh. Pengunjuk rasa terlibat aksi saling dorong dan baku pukul dengan aparat kepolisian yang berjaga di depan kompleks Pemkab Garut. Bentrokan dipicu oleh kekecewaan para laskar, karena permintaan audiensi dengan Bupati Garut, untuk segera menutup tempat hiburan selama bulan ramadhan, tak ditanggapi pihak Pemkab Garut.

Kericuhan yang mewarnai aksi unjuk rasa laskar FPI di depan gerbang kompleks pemkab garut, selasa (24/05) siang. Sekian lama berorasi di depan gerbang kompleks Pemkab Garut, aksi para laskar ini tak kunjung ditanggapi Bupati Garut. Bahkan permintaan audiensi dengan bupati tak ditanggapi, membuat emosi para laskar tersulut.

Para laskar langsung merangsek maju menembus barikade pengamanan Polisi dan berusaha mendobrak pintu gerbang kompleks pemkab. Namun aksi mereka dihalangi aparat keamanan yang mengawal jalannya aksi unjuk rasa, saling dorong dan baku pukulpun tak terhindarkan diantara massa dan aparat keamanan. Sementara ketegangan berhasil diredakan setelah tokoh ormas Yusuf, meminta agar anggotanya mundur.

Sedangkan Yusuf sebagai kordinator unjuk rasa mengaku, “ dirinya kecewa dengan sikap pemkab garut yang seolah tak acuh dengan permintaan pendemo. Selain itu FPI juga meminta agar bupati garut segera menutup operasional tempat-tempat hiburan malam menjelang datangnya bulan suci ramadhan. namun mereka mengaku dengan tidak adanya respon positif dari pihak Pemkab.”akunya.

Sementara itu menurut staf Bupati, saat ini Bupati Garut Rudi Gunawan sedang dinas luar dan tidak berada di ruang kerjanya. (Niken)***