TPA Pasirbajing Mendesak untuk Dibenahi

BANYURESMI, (GE).- Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Pasirbajing semakin memprihatinkan. Tumpukan sampah yang menggunung menunjukkan buruknya manajemen sampah di TPA tersebut. Oleh sebab itu, pembenahan TPA Pasirbajing mendesak untuk segera dilakukan.

“Hari biasa volume sampah terangkut ke TPA sekitar 120 ton per hari. Namun pada Ramadhan hingga Lebaran, volumenya mencapai sekitar 150 ton per hari,” ungkap Kepala DLHKP Aji Sukarmaji.

Padahal sampah terlayani armada angkutan sejauh ini masih seputar kawasan perkotaan, meliputi Kecamatan Garut Kota, Tarogong Kidul, sebagian Tarogong Kaler, Cilawu, dan sebagian Kecamatan Banyuresmi. Jenis sampahnya didominasi sampah rumah tangga, sampah pasar, serta pembungkus makanan/minuman.

Meningkatnya volume sampah tersebut terbilang lumrah. Sejalan meningkatnya jumlah pendatang ke Garut berikut pola konsumsi masyarakat yang meningkat.

Berdasar kasat mata, kata Aji, peningkatan volume sampah tak hanya terdapat di lingkungan permukiman penduduk, melainkan juga di pusat keramaian, jalan raya, dan kawasan objek wisata.

Mengantisipasi tak terangkutnya sampah, sistem rotasi pengambilan sampah di Tempat Pembuangan Sementara (TPS) diintensifkan. Diperparah jumlah armada mobil pengangkut sampah hanya 35 unit, saat ini dinilai masih kurang dibandingkan kebutuhan.

Aji berharap, masyarakat juga agar membuang sampah tepat waktu, dan pada tempatnya. Hingga kini kesadaran masyarakat terkait penanganan sampah masih belum sesuai harapan.

Peningkatan volume sampah diduga lebih besar lagi jika ditambah dengan peningkatan volume sampah di luar kawasan perkotaan. Termasuk di puluhan objek wisata, tak termasuk objek layanan pengangkutan sampah DLHKP. (Farhan SN)***