Tingkatkan Produktivitas Tembakau, Bupati Segera Kucurkan Bantuan untuk APTI Garut

Beberapa perwakilan DPC APTI Garut menggelar pertemuan dengan Bupati Garutr di Ruang Rapat Pamengkang, Pendopo Garut, Sabtu (25/08/2018)***

GARUT, (GE).- Baru-baru ini Bupati Garut, Rudy Gunawan, menerima lima orang perwakilan dari 4 Dewan Pimpinan Cabang Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (DPC APTI) Garut. Ke empat perwakilan APTI tersebut di antaranya Kecamatan Tarogong Kaler (H. Tatang dan Drs. Idin Suhanda), Kecamatan Leles (Tatang), Kecamatan Sukaresmi (Undang), dan DPC Kecamatan Wanaraja (H. Apandi), didampingi Kabid Perkebunan Ir. Haeruman dan Kabid Sumberdaya, Sofyan Yani, M.Si.

Para perwakilan APTI tersebut diterima langsung oleh Bupati Garut, di Ruang Rapat Pamengkang, Kompleks Pendopo Garut, Sabtu (25/08/2018).

Bupati Garut menyatakan apresiasinya terhadap para petani tembakau. Pemkab Garut melalui Dinas Pertanian akan memberikan bantuan terhadap para petani melalui DPC APTI Kabupaten Garut. Kucuran dana bantuan tersebut rencananya akan digulirkan Pihaknya pada tahun anggaran 2019 nanti.


Bupati berharap, para petani tembakau di Garut bisa meningkatkan produktivitas tembakau, serta menjaga rasa dan kualitasnya. Dengan demikian akan berdampak terhadap kesejahteraan para petani, terlebih membawa nama baik Kabupaten Garut.

“Saya harap berbagai persyaratan yang berhubungan dengan bantuan pengajuan ke Bank yang ditunjuk oleh pemerintah lebih dipermudah. Apabila ada bantuan secara tunai melalui dinas untuk segera dibagikan ke masing-masing petani,” katanya.

Dijelaskannya, bantuan tersebut nantinya dialokasikan sesuai kebutuhan para petani untuk meningkatkan kebutuhan petani. Mulai dari pembibitan, pengolahan tanah, penanaman, pemupukan, pemeliharaan, hingga pasca panen. Dengan demikian tembakau yang dihasilkan akan laku di pasaran nantinya.

Bantuan itu agar disalurkan juga bagi para petani yang kesulitan air untuk kebutuhan palawija, baik di sawah maupun di kebun. Harus jadi prioritas daerah yang aliran airnya kurang memadai menjadi perhatian Asosiasi Petani di berbagai kecamatan,” imbuhnya

Rudy berjanji, untuk mendukung para petani tembakau, Pemkab Garut akan membangun pabrik penjemuran pengolahan tembakau.

“Supaya harga jualnya semakin bagus, agar semua terorganisir. Sehingga nantinya para pembeli datang langsung ke pabrik yang sudah ditentukan,” tandasnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Perkebunan pada Dinas Pertanian Garut, Ir. Haeruman, menyebut, tembakau Garut kualitasnya sudah berada di level 5 tingkat nasional. “Tembakau Garut ini sudah bisa masuk di dua perusahaan rokok besar di Indonesia. Bahkan yang paling bagus lagi sudah masuk internasional. Tembakau hitam permintaan negara Malayasia setiap tahun hampir 100 ton,” katanya.

Menurut Haeruman, ekspor ke Malaysia belakangan tidak bisa dipenuhi mengingat peralatan dan sarananya kurang memadai. “Kami berencana berkunjung ke Dinas Pertanian Kabupaten Sumedang dalam rangka kunjungan kerja mengenai sistem dan cara dalam mengelola tembakau dibawah APTI,” jelasnya. (Tim GE)***

Editor: ER.

TULIS KOMENTAR KAMU DI SINI