Tim Forensik Polda Jabar Bongkar Makam Ahmad, Hasil Otopsi Baru Bisa Diketahui Sepekan Kemudian

CIGEDUG, (GE).- Pihak kepolisian memenuhi janjinya untuk membongkar kembali makam Ahmad Wijaya (18), warga Kampung Cigedug Kaler, Desa Sukahurip, Kecamatan Cigedug, Rabu (27/04/ 2016) untuk memastikan sebab kematiannya. Bahkan pembongkaran kuburan yang telah berusia dua minggu ini melibatkan Ti Forensik dari Polda Jabar.

Ahmad Wijaya (alm) yang diduga meninggal tidak wajar sewaktu ditahanan di Polsek Bayongbong ini sebelumnya dituding oleh majikannya bernama H. Yoyo telah mencuri spare part sepeda motor miliknya pada tanggal 4 April 2016. Menurut pengakuan pihak keluarga, almarhum sebelum dibawa ke kantor polisi oleh sang majikannya sempat dianiaya dan dipaksa meminum cairan kimia. Selang beberapa hari berada ditahan, tiba-tiba keluarga mendengar kabar jika Ahmad telah meninggal dunia.

Saat proses pembongkarang yang disaksikan puluhan warga, sempat terjadi insiden kecil. Salah seorang keluarga almarhum tiba-tiba pingsan di tengah kerumunan warga. Sementara itu, tim penasehat hukum dari Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Garut yang mendampingi keluarga berharap upaya otopsi yang dilakukan pihak berwajib bisa mengungkap tabir dibalik kematian Ahmad.

Risman Nuryadi salah seorang tim penasehat hukum keluarga almarhum menyebutkan, sehari sebelum meninggal dunia korban sempat mengaku kepada Asep sang kakak yang membesuknya di tahanan Polsek Bayongbong.

“Ya, almarhum mengaku, ia hanya disuruh salah seorang anak majikannya untuk mengambil CDI sepeda motor milik H. Yoyo. Selain mengalami kekerasan fisik, kepada kakaknya korbanpun mengaku dipaksa meminum cairan kimia. Ia ditahan lebih dua hari di sel tahanan Polsek.

Dikatakannya, pihak keluarga mengaku tak sekalipun mendapat pemberitahuan dari pihak Polsek Bayongbong terkait penangkapan dan penahanan Ahmad baik secara lisan maupun tertulis. Sementara itu H. Yoyo hingga kini masih bebas berkeliaran tanpa tersentuh hukum.

Sony Sanjaya, yang juga tim penasehat hukum keluarga almarhum mengatakan, hasil otopsi diperkirakan bisa didapat satu pekan kemudian. Sementara itu hingga saat ini pihak Polsek Bayongbong masih belum memberikan keterangan terkait kasus ini. (Tim GE)***