Tiga Tempat Karaoke Tanpa Izin di Garut Segera Ditutup

SEJUMLAH massa dari Fron Pembela Islam Garut mendatangi kantor BPMPT Garut untuk menuntut penutupan karaoke tanpa izin, di Jalan Patriot, Kecamatan Tarogong Kidul, Garut, Senin (2/5/2016).*

TARKID, (GE).-  Menyusul kesepakatan antara Front Pembela Islam (FPI) dan Badan Penanaman Modal dan Perijinan Terpadu (BPMPT), dalam audensi, Senin (2/5), hampir dapat dipastikan tiga tempat karaoke akan segera ditutup, karena tak memiliki ijin operasi.

Ketiga tempat karaoke tersebut, yakni, Miyako, Jingga dan Romeo. Ketiganya berada di wilayah Kecamatan Tarogong Kaler, Kabupaten Garut. Naskah kesepakatan tersebut di tandatangani kedua belah pihak di hadapan masa aksi, di depan gerbang kantor BPMPT, Jalan Patriot, Tarogong Kidul.

Audiensi dengan BPMPT Garut, merupakan bagian dari aksi turun ke jalan sekitar 100 masa anggota FPI Garut, setelah sebelumnya melakukan orasi di Simpang Lima Tarogong Kidul yang dilanjutkan dengan berjalan kaki menuju kantor BPMPT, di Jalan Patriot Garut.

Menurut  Kepala BPMPT Garut, Zat Zat Munajat, pihaknya menyepakati permintaan FPI tersebut karena ketiga tempat Karoke itu tidak memiliki ijin, sehingga dengan sendirinya memang harus ditutup. Untuk itu, tambah Zat Zat, pihaknya telah melakukan koordinasi dengan Satpol PP yang memiliki kewenangan dalam penegakan Perda.

“Yang memiliki kewenangan untuk penutupan karoke tak berijin sebagai pelaksanaan penegakan perda. Karena memang setelah kami cek membuatang tiga nama tempat karoke itu tidak ada, artinya kami tidak pernah menerbitkan ijinnya,” ungkap Zat Zat.

Ditanya mengenai kemungkinan keberadaan tempat karoke lain yang tak berijin, Zat Zat mengaku belum bisa memastikan, karena kewenangan lembaganya hanya menerbitkan ijin setelah direkomendasi pihak terkait lainnya. “Kami hanya memiliki data yang telah berijin. Sedangkan yang tak berijin kami mengharapkan bantuan informasi dari masyarakat dan pemerintahan setempat, baik kecamatan maupun desa atau kelurahan,” ujar Zat Zat.

Sikap kooperatif BPMPT tersebut disebut antusias oleh masa FPI. “Kami sangat apresiatif dengan sikap BPMPT. Sebenarnya masih ada beberapa indikasi tempat karoke tak berijin, kami harapkan Pemda bersikap tegas untuk menutupnya,” ujar Ketua FPI Garut, Ust. Sulaeman.

Usai menandatangani kesepakatan dengan BPMPT, masa FPI bergerak menuju Kantor Satpol PP di Jalan Pahlawan. Mereka meminta kepada Satpol PP untuk segera melakukan penutupan terhadap tiga tempat karoke tersebut. “Kami mendesak Satpol PP menutup sekarang juga. Jika tidak, maka saat ini juga kami yang akan melakukan penutupan,” kata korlap aksi di depan kantor Satpol PP. (Slamet Timur).***