Tiga Kecamatan Jadi Percontohan untuk RKPD

SUKAWENING,(GE).- Dalam rangka penjaringan aspirasi masyarakat untuk Rencana Kerja Pembangunan Daerah (RKPD) biasanya melalui tahapan-tahapan Musrenbangdes dan Musrenbang Kecamatan. Selain melaui Musrenbang tersebut, Kini Pemerintahan Kabupaten (Pemkab) juga melakukan pendekatan melalui Dialog Interaktif langsung dari desa ke desa (Saba Desa). Hal ini dilakukan Bupati Garut sebagai inovasi perencanaan pembangunannya.

Ada 3 kecamatan yang menjadi barometer sebagai percontohanya, yaitu Kecamatan Sukawening yang diselenggarakan Rabu 18 November, kemudian di Cilawu Selasa 24 November, dan di Bayongbong Kamis 3 Desember 2015.

“Hal ini merupakan inovasi perencanaan, bagaimana kita melakukan penjaringan untuk program kegiatan tahun 2017. Tahun ini, baru dilaksanakan untuk program Rencana Kerja Pembangunan Daerah (RKPD). Sebagai sampelnya akan dilaksanakan di 3 kecamatan, yaitu Sukawening, Cilawu dan Bayombong,” tutur Kabid Pemerintahan Bapeda, Hj. Ita Rosita Sumarno, M.Si., disela-sela kesibukannya disaat menanti kehadiran Bupati Garut di halaman Gor Bulutangkis Kampung Tagog, Desa Sukaluyu, Kecamatan Sukawening, Rabu (08/11/2015).

Dikatakannya, kriterianya percontohan itu, sedikitnya ada 12 penilain, salah satunya adalah berdasarkan pelaksanaan Musrenbang di tingkat Kecamatan oleh tim evaluasi sudah dinyatakan bagus. Untuk selanjutnya dari per kecamatan melalui Dialog Interktif Bupati Saba Desa, akan dijaring untuk program rencana pembangun derah.

“Inputnya dari kegiatan dialog interaksi ini nantinya akan melahirkan program dan kegiatan yang kemudian kita catat dan dievaluasi. Selanjutnya ditingkat desa ada Musrenbangdes. Apakah usulan langsung dari masyarakat tersebut.” Jelasnya.

Dijelaskannya, dialog masyarakat dengan Bupati secara langsung ini bertajuk, Dialog Interaktif Bupati Garut Saba Desa. Sebagai inovasi perencanaan pembangunan, sebagai pendekatan political yang merupakan salah satu sarat untuk memasukan dalam rencana kerja pembangunan daerah. Karena dalam proses Musrenbang ada 4 pendekatan, diantaranaya ada pendekatan political, teknokratif yang dilaksanakan langsung oleh SKPD melalui kajian-kajian di lapangan.
“Sedangkan dialog ini bisa termasuk kajian-kajian political, atau bisa melalui proses pra Musrembang di tingkat partisipatif masyarakat,” kata Hj. Ita Rosita.

Diharapkannya, Dialog Interaktif Bupati Garut Saba Desa ini bisa mkeningkatkan kulaitas perencanaan pembangunan tahun 2017. “Jadi kita mengharapkan sekali perencanaan untuk program dan kegiatan RKPD di tahun 2017 nanti maupun berikutnya benar-benar berkualitas,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Desa Sukaluyu, Sujadi mengatakan,Dengan Penyelenggaraan Dialog Interaktif Bupati Garut Saba Desa, segala usulan-usulan kebutuhan masyarakat Desa Sukaluyu yang belum dan telah tercatat dalam RPJMDes, setiap tahunnya melalui RKPD Kabupaten Garut bisa terealisasi.

“Saya berharap kepada masyarakat, ketika melaksanakan pembangunan dari anggaran pemerintah harus betul-betul diterapkan berdasarkan aturan yang ada. Jangan sampai menyalahi aturan,” harapnya. (Ilham Daris)***

TULIS KOMENTAR KAMU DI SINI

Komentar

BAGIKAN