Tiga Calhaj Garut Kloter Pertama Ditunda, Seorang Dibatalkan Pemberangkatannya Tahun Ini

TARKI,(GE).- Panitia Penyelenggara Ibadah Haji Jawa Barat akhirnya menunda keberangkatan empat orang jemaah calon haji (Calhaj) asal Kabupaten Garut. Gagalnya keberangkatan jemaah Haji asal Garut ini disebabkan berbagai kasus. Bahkan, satu dari empat jemaah itu dipastikan gagal berangkat tahun ini (2016). Sedangkan tiga orang lagi ditunda, dan akan diberangkatkan pada kelompok penerbangan selanjutnya.

Kasie Haji dan Umroh pada Kantor Kementrian Agama (Kemenag) Kabupaten Garut, Irwan Nurjaman menjelaskan, ke empat orang jemaah calon haji itu tergabung dalam kelompok terbang (kloter) pertama asal Garut yang dilepas Bupati Garut Rudy Gunawan, Senin 98/8/2016) lalu.

Irwan mengungkapkan, ke empat jemaah calon haji tersebut masing-masing Haerudin Barizi (52) asal Kecamatan Malangbong yang sedang sakit, Ulfa Siti Latifah (26) asal Kecamatan Samarang yang terdeteksi hamil dan jemaah kakak beradik asal Kec. Sukawening, yakni Yayah Engko (73) dan Abdul Manan Engko (69) yang didapati belum mendapat vaksinasi meningitis.

Ditambahkannya, ke 3 calon haji tersebut selain yang hamil masih dimungkinkan menunaikan ibadah haji tahun ini, namun keberangkatannya akan digabung bersama sejumlah kloter akhir. Sedangkan yang diketahui hamil pemberangkatannya dibatalkan dan dipastikan akan berangkat tahun depan.

“Mereka yang tiga orang untuk sementara dikembalikan lagi ke daerah asal hingga kesehatannya pulih dan kondisinya baik. Dan nanti bisa diberangkatkan susulannya di kloter akhir yang khusus diperuntukkan bagi mereka yang tertunda,” kata Irwan di ruang kerjanya, Rabu (10/08/2016).

Dijelaskannya, calon haji yang diketahui sedang hamil itu, sebelumnya sempat diperiksa dokter, namun, pada saat diperiksa memang sedang tidak mengandung. “Akan tetapi kemarin dia dicek lagi ternyata sedang hamil, usia kehamilannya pun baru enam minggu. Jadi bulan lalu waktu dicek tidak hamil, tetapi sekarang dia malah diketahui hamil. Sebagaimana aturan, yang sedang hamil itu tidak boleh berangkat” ujarnya.

Sementara itu, dua jemaah yang terdeteksi belum mendapatkan vaksin meningitis merupakan calon haji kakak beradik asal Kecamatan Sukawening. “Menurut pengakuannya sudah divaksin. Namun ketika di periksa lagi, ternyata belum. Mereka akhirnya disuntik, lalu dipulangkan ke daerah asal, karena masih harus menunggu sepuluh hari, untuk memastikan vaksin yang disuntikkan sudah bereaksi di tubuhnya,” bebernya.

Semerntara itu seorang calon haji lagi terserang penyakit “Herpes”, sehingga keberangkatannya ditunda hingga kembali sembuh. Irwan pun membantah kalau disebutkan jemaah calon haji asal Garut yang batal berangkat itu karena tak memiliki visa. (Jay) ***