Tiga Bulan Dampingi Delapan Sekolah di Kecamatan Tarogong Kidul, JAPFA Lakukan Evaluasi Perubahan

Head of Unit PT. JAPFA Comfeed INDONESIA Unit Cirebon, Dwi Priyastoko didampingi Bupati Garut, H. Rudy Gunawan, SH, MH.,MP.M berfoto bersama anak anak peserta JAPFA 4 Kids asal Garut, di SDN Sukagalih 1, Kecamatan Tarogong kidul, Garut, Kamis (26/10/2017)***

 Garut, 26 Oktober 2017. PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JAPFA) melaksanakan tahapan evaluasi untuk program JAPFA4Kids. Tahapan tersebut dilaksanakan setelah kurang lebih selama tiga bulan JAPFA mendampingi delapan sekolah di Kec. Tarogong Kidul untuk menumbuhkan sistem sekolah sehat serta perilaku hidup bersih dan sehat. Kedepalan sekolah yang didampingi adalah SDN Sukagalih 1, SDN Sukagalih 2, SDN Mekargalih 1, SDN Mekargalih 2, SDN Mekargalih 3, SDN Mekargalih 4, SDIT Cokroaminoto serta MI Al Falah Biru.

“JAPFA  ingin  memastikan  perubahan  terjadi  di  sekolah  dampingan.  Perubahan  yang didorong tidak hanya pada terbentuknya pengetahuan di guru dan siswa tetapi juga terbentuk sistem di sekolah sehingga perubahan dapat berlangsung secara berkesinambungan di sekolah,” jelas R. Artsanti Alif, Head of Social Investment & Corporate Communication JAPFA. “Harapannya sepanjang pelaksanaan program dapat terbangun sistem di sekolah dan terbentuk perilaku positif siswa yang dimotori oleh guru sebagai agen perubahan,” jelasnya.

JAPFA 4 Kids, saat memberikan layanan kesehan kepada sejumlah siswa di SDN Sukagalih 1, Kecamatan Tarogong Kidul, Kabupaten Garut, Kamis (26/10/17)***

Program pendampingan yang telah dilakukan JAPFA sejak awal bulan agustus tersebut memiliki  fokus untuk  dilakukan  dengan  membentuk  kader dalam  dalam  beberapa aspek perubahan.  Pada tahap  awal pendampingan, JAPFA4Kids membentuk Duta Anak Sehat, Duta Makanan Sehat, dan Duta Lingkungan Sehat. Ketiga duta tersebut dipilih dari anak- anak  dari  setiap  sekolah  peserta.  Setiap  dari  mereka  memiliki  tanggung jawab untuk membuat, merancang, dan menjalankan program di sekolah dengan mengajak dan menginspirasi teman-teman sebaya.


“JAPFA percaya bahwa perilaku yang ditularkan oleh teman sebaya memiliki dampak yang besar, karenanya upaya untuk mendorong perubahan harus meletakkan anak sebagai pelaku utama,” Jelas Artsanti. “Guru berperan sebagai pendorong dan motor untuk membangun sistem yang lebih kuat di sekolah sehingga perubahan tidak hanya pada tataran perilaku tetapi juga terbentuk mekanisme sistemik di sekolah,” lanjutnya.

Setelah tiga bulan berjalan, JAPFA melakukan evaluasi program dengan mengajak sekolah untuk mengukur bersama sejauhmana perubahan telah terjadi di sekolah mereka. Kegiatan evaluasi  dilakukan  selama  dua  hari  dengan  mengambil  format  kompetisi,  sharing,  dan eksibisi.

JAPFA 4 Kids membagikan sejumlah paket makanan bergizi kepada para pelajar di SDN 1 Sukagalih, Kamis, (26/10/17)***

“Untuk mengukur kemajuan sekolah, kami mengajak komite dari masing-masing sekolah untuk sharing sejauh mana perubahan telah dilakukan dalam pelaksanaan manajemen tata kelola sekolah,” jelas Dwi Priyastoko, Head of Unit Cirebon JAPFA. “Sedangkan untuk duta makanan sehat kami mengajak anak-anak untuk berkompetisi memasak namun dengan menggunakan bahan makanan hasil panenan dari kebun sekolah,” lanjutnya.

Kurang  lebih  tiga  bulan  lalu  seluruh  guru  setiap  sekolah  telah  mengikuti  pelatihan manajemen tata kelola sekolah berbasis manajemen jepang (5S). Kemudian setelah selesai pelatihan, setiap sekolah diminta membentuk komite sekolah yang bertugas untuk mengawal perubahan di tingkat sekolah.

Sedangkan untuk anak-anak mereka mendapatkan yang sebelumnya telah mendapatkan pelatihan Duta Makanan Sehat selama pendampingan mereka diajak untuk mengelola kebun sekolah. Anak-anak diajak untuk mengenali sumber makanan yang mereka nikmati sehari- hari serta memahami komponen gizinya.

“Perubahan akan terjadi dan berlangsung terus apabila anak-anak memahami esensinya,” jelas Pri. “dengan secara langsung terlibat dan menjadi pelaku perubahan menjadi sarana untuk  menumbuhkan  kesadaran  di  benak  anak-anak  pentingnya  PHBS  dan  konsumsi makanan bergizi,” imbuhnya.

Selain kegiatan kompetisi dan sharing, pada hari kedua kegiatan juga dilaksanakan pemeriksaan kesehatan, pembagian paket gizi, dan gebyar budaya. Berbeda dengan kegiatan yang dilakukan sebelumnya, pada kegiatan kali ini diadakan kompetisi LISA BILAH (Lihat Sampah Ambil Pilah). Melalui kegiatan tersebut, setiap sekolah berkompetisi untuk mengumpulkan  sampah  yang  ada  di  sektiar  lokasi  acara.  Sekolah  yang mengumpulkan sampah terbanyak akan mendapatkan hadiah.

“Budaya membangun lingkungan sehat harus dimulai dari  perilaku sederhana,” ujar Pri. “Kami ingin menunjukkan contohnya dalam gebyar budaya kali ini dengan kegiatan LISA BILAH,” imbuhnya.

Sedangkan di sudut lainnya, JAPFA menggelar eksibisi catur simultan yang menghadirkan Master Internasional Tirta Chandra Purnama melawan 20 anak sekolah dasar yang sehari sebelumnya mendapatkan pelatihan catur.

“JAPFA4Kids telah dilaksanakan JAPFA selama lebih dari satu dekade. Pada tahun ini, JAPFA melakukan  inovasi  program  dengan   tujuan  agar  pendekatan  program  sosial perusahaan  senada  dengan  prinsip  keberlanjutan  dan  berkesinambungan  serta prinsip investasi sosial,” papar Pri. “Prinsip investasi sosial berarti berbagai program yang dilakukan JAPFA dapat berkembang dan bertumbuh di masyarakat secara mandiri pasca intervensi program,” tutup Pri.

Untuk  keterangan  lebih  lanjut  Hub:  Azrie,   telp:  021-8310308   ext:  10318.  E-mail:azrie.syarief@japfa.com(Adv.)***

TULIS KOMENTAR KAMU DI SINI