Theater Astana 9, Geliat Seni Peran yang Digagas Kang Cunong

SEJUMLAH Pelajar di Sekolah Menengah Atas Negeri 9 Malangbong Garut tampaknya kini mulai menggandrungi dunia dunia seni peran. Melalui sebuah komunitas Teater Astana 9 mereka menyalurkan bakat dan minatnya dalam berakting.

Penampilan Teater Astana 9 akhir akhir ini kerap diundang, khususnya saat manggung dalam acara hari besar Nasional. Cucu Supandi, pengasuh Teater Astana 9 Cucu Supiandi, beraharap anak asuhannya bisa serius menkeuni seni peran ini, sehingga bisa menjadi seniman yang profesional.

“Saya sangat berharap, anak anak bisa serius dalam menekuni seni peran ini, sehingga bisa menjadi seniman yang profesional,” tutur alumnus Universitas Negeri Jogjakarta, yang akrab disapa Kang Cunong ini, saat diwawancarai “GE.”


Diakuinya, dengan dukungan semua pihak, khususnya Kepala Sekolah, Pembina Osis, dan Wakil Kepala Sekolah bidang kesiswaan ini menandakan Teater Astana 9 Garut harus lebih maju dan berkualitas.

Cunong menyebutkan, Teater Astana yang diasuhnya sempat menorehkan pretasi terbaiknya dalam ajang Festival Lomba Seni siswa Nasional (FLS2SN) Tingat Kabupaten. Namun sayangnya ditahun 2016 ini, cabang teater tidak dilombakan lagi. Diharapkannya, lomba teater dimunculkan kembali pada FLS2SN.

“ Harapannya, seni theater ini diadakan kembali dalam gelaran FLS2SN, shingga gairah dunia seni peran meningkat. “ Ujarmya , saat dijumpai disela -sela melantik anggota baru Theater Astana 9 , Minggu, (27 /11/2016) di Kampus SMA Negeri 9 Garut.

Menurutnya, seni theater ini merupakan salah satu kegiatan ektsrakurikuler, untuk itu ia pun berusaha mengelola teater Astana 9 sebaik mungkin. Paling tidak, kata Cunong, dengan adanya kegiatan seperti theater ini para siswa tidak mudah terjebak dalam kegiatan yang tidak bermanfaat.

“Dengan berkesenian, setidaknya bisa menjauhkan mereka dari kenakalan remaja, dunia hura-hura, dan paling penting menjauhkan mereka dari dunia narkoba.” Tandasnya.

Rani, salah seorang anggota yang sudah malang melintang di Theater Astana 9, mengatakan, berlatih teater bukan sekedar media mengekspresikan diri, namun lewat kesenian ini ia juga diajarkan bagaimana bisa berinteraksi dengan orang banyak melalui seni peran.

Kepala SMA Negeri 9 Garut, Margono, menambahkan , Teater dinilai bisa menjadi media untuk mengungkapkan fenomena yang tengah hangat di kehidupan, entah itu politik ataupun tindak kriminal yang sedang marak terjadi.

“ Sepanjang kegiatan itu positif dan tidak mengganggu kegiatan belajar mengajar dikelas, saya akan mendukung kegiatan Teater Astana 9, “ tandasnya. ( TAF Senopati)***

Editor: Kang Cep.

TULIS KOMENTAR KAMU DI SINI