Terungkap, Penyebaran HIV/AIDS di Garut Mencapai 900 Kasus

JUMLAH pengidap atau penyebaran penyakit HIV Aids di Kabupaten Garut ditenggarai kurang lebih 900 kasus. Data tersebut merupakan hasil survei yang dilakukan berbagai lembaga, semisal Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI),  Komisi Penanggulangan Aids (KPAI),  termasuk unsur pemerintah di dalamnya.

Menurut Wakil Bupati Garut, dr. Helmi Budiman, semakin besar jumlah penderita Aids yang terkuak maka semakin bagus. Dengan demikian,  hal itu menandakan bahwa tim yang menangani Aids tersebut baik dari pihak NGO maupun unsur pemerintahan telah berhasil mengungkap kasus Aids tersebut.

“Artinya, dari angka prevalensi (jumlah pengidap)  tadi hanya ditemukan 200 kasus, maka hal itu jelek. Tapi kalau dari prevalensi ditemukan 600 kasus seperti sekarang, itu bagus, artinya kerja tim ada,” katanya, Jumat (3/11/17).

Ditegaskannya, seanakin banyak ditemukannnya penyakit Aids atau penyakit yang tersembunyi tersebut yang dinilai lebih berbahaya dari jenis penyakit lainnya yang nampak secara fisik.  Dengan demikian tim penanggulangan Aids pun bisa melakukan langkah-langkah upaya lebih cepat.

“Seperti melakukan pencegahan, penyuluhan dan bentuk kampanye sosialisasi terkait penanggulangan Aids tersebut sehingga tingkat penyebarannya bisa diminimalisir,” ujarnya.

Diungkapkan, untuk menekan angka Aids, langkah- langkah antisipatif mulai dari penyuluhan lebih tepat digunakan. Sementara kepada mereka yang sudah terkena maka harus dilakukan langkah rehabilitasi dan pengobatan.

Helmi menambahkan, di Kabupaten Garut masih banyak penyakit-penyakit yang menular atau yang tidak menular yang belum tertanggulangi secara maksimal. Selain kasus Aids, ungkapnya, juga sejumlah penyakit menular lainnya seperti DBD, campak, morbili, difteri dan penyakit lainnya.

Helmi pun mengakui, bahwa penyandang dana atau panding pasing dari luar seperti Global Fun dari Jenewa Swiss lebih peduli dalam upaya penanggulangan penyakit menular dan tidak menular terutama Aids. Sementara pemerintah dalam upaya penanggulangannya selalu terkendala oleh minimnya anggaran.

“Karena itu, Pemkab Garut sangat mengapresiasi dan berterima kasih kepada lembaga atau donatur yang sudah peduli dalam upaya penanggulangan berbagai penyakit menular dan tidak menular tersebut, seperti Globalpan,” ungkapnya.

Diungkapkannya, ada beberapa penyakit seperti halnya HIV Aids yang penanggulangannya sudah terstruktur secara keorganisasian, seperti adanya Komisi Penanggulangan Aids (KPAI) dan juga Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI).

“Di pemerintah daerah, yang terlibat aktif yaitu Dinas Kesehatan sebagai pelaksana pelayanan, Puskesmas dan Rumah Sakit, dari Dinas Sosial untuk rehabilisasi, Dispora dan KBPP,” jelasnya. (Tim GE)***