Tersanga Peristiwa “Air Berdarah” Mengaku Sempat Berduel Sebelum Menghabisi Nyawa Korban

GARUT, (GE).- Rukman pelaku pembunuhan kerabatnya sendiri gara-gara rebutan air hanya tertunduk lesu saat digelandang ke Mapolres Garut. Ia mengaku menyesal telah menghabisi nyawa Omas yang mesih ada hubungan keluarga dengan dirinya.

“Saya menyesal. Waktu itu saya emosi. Sehingga terjadi perkelahian,” kata Rukman di Mapolres, Jumat (12/10/18).

Rukman mengaku emosinya tersulut karena ulah pelaku yang kerap menyumbat saluran air dari irigasi. Sehingga tanaman kol miliknya hampir mati kekeringan.


“Kebun saya persis ada di bawah kebun milik korban. Saluran air ke kebun saya kerap disumbat. Jadi tanaman kol saya hampir mati. Di situ saya emosi,” kata dia.

Namun meski begitu, Rukman mengaku menyesal telah menghabisi nyawa kerabatnya sendiri. Namun meski begitu ia tetap harus mempertanggungjawabkan perbuatannya di ruang pesakitan.

Kapolres Garut, AKBP Budi Satria Wiguna mengatakan, penangkapan pelaku pembacokan gara-gara rebutan air dilakukan beberapa saat setelah kejadian. Saat ini pelaku diamankan di ruang tahanan Mapolres Garut.

Menurut Kapolres, pelaku menghabisi nyawa korban setelah terlibat dalam duel sengit dengan korban. Namun karena korban tak membawa senjata, sabetan golok di bagian, perut, kepala dan lengan telah merenggut nyawanya.

Dalam peritiwa tersebut, Polisi telah mengamankan sejumlah barang bukti berupa golok, pakaian pelaku dan korban. Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya pelaku peritiwa “air berdarah” ini diancam hukuman 15 tahun penjara. (Andri)***

TULIS KOMENTAR KAMU DI SINI