Terpilih Jadi Ketua DPD Golkar Garut, Ade Ginanjar tak Miliki Nyali di Pilkada 2018

Jpeg

KOTA, (GE). –   Hampir dapat dipastikan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Garut selama lima tahun ke depan (2016 – 2021)  akan kembali dipimpin oleh Ade Ginanjar. Namun demikian dengan tegas dia  menyatakan belum siap untuk bertarung sebagai kandidat pada Pilkada 2018.

Kepastian ini, menyusul pernyataan Ade,  pihaknya telah didukung penuh oleh seluruh elemen partai.  “Seratus persen semua telah mendukung saya. Tetapi untuk Pilkada sebagai kandidat calon Bupati,  secara tegas, saya belum siap,”ujar Ade, di sela acara Musyawarah Daerah (Musda) DPD Partai Golkar Garut, di Gedung Lasminingrat, Jl. A Yani, Kecamatan Garut Kota, Selasa (21/6/16).

Menurut Ade, hingga Musda dimulai,  dia merupakan calon tunggal. Dari 47 jumlah hak pilih terdiri dari 42 Pimpinan Kecamatan (PK)  dan Ormas Sayap dan Pendiri pada Musda tersebut secara resmi telah memberikan dukungannya kepada Ade Ginanjar untuk dikukuhkan kembali menjadi Ketua DPD Partai Golkar periode lima tahun mendatang.

Ade membantah, tidak adanya calon lain dalam Musda kali sebagai cermin kurangnya kader yang mampu menjadi memimpin. Namun, kata Ade, karena memang masih mempercayai dirinya untuk kembali memimpin Partai Golkar Garut dan melanjutkan program programnya.

“Saya yakin,  bukan tidak ada kader, tapi karena memang masih mempercayai saya untuk memimpin. Dan ini bukan tanpa alasan. Saya menjadi ketua kemarin merupakan hasil Musda Luar Biasa (Musdalub), tapi dengan kepemimpinan saya itu,  pada Pemilu kemarin Golkar mampu menambah kursi di DPRD dari tujuh menjadi delapan kursi, ini mungkin salah satu alasana juga,” tandas Ade.

Disinggung target ke depan,  Ade mengaku optimis pada pemilu 2019 mendatang akan kembali meningkatkan jumlah kursi di DPRD. “Kita akan berjuang semaksimal mungkin dan tetap optimis pada Pemilu mendatang khususnya di Garut,  Golkar akan kembali menjadi pemenang,” papar Agin.

Sementara itu untuk Pilkada 2018, katanya, Golkar juga akan memperjuangkan kadernya untuk bisa duduk di eksekutif. Hanya saja, Agin sendiri menyatakan belum siap jika harus bicara dirinya akan mencalonkan atau tidak pada pilkada mendatang.

” Belum lah, saya kan pernah jadi calon juga, tapi kalah. Masih terlalu dini kalau harus bicara dari sekarang. Lagi pula, kita punya mekanisme organisasi dalam hal menentukan calon yang akan diusung dalam Pilkada, diantaranya melalui survei, maka kita masih sambil melibat bagaimana perkembangan ke depan. Tapi untuk pemenangan, kita akan perjuangkan semaksimal mungkin,” pungkasnya.  (Slamet Timur)***