Teror Bom Masjid Istiqlal, Iyus Jadi Korban Salah Tangkap Polda Metro Jaya

Iyus Rusman (43)

GARUT, (GE).- Seorang warga Garut mengaku jadi korban salah tangkap jajaran Polda Metro Jaya. Tudingan terkait teror bom Masjid Istiqlal terhadap Iyus Rusman (43) tak pernah terbukti. Kini ia minta Polisi membersihkan namanya. Pasalnya, seluruh keluarganya saat ini kerap menerima ejekan dari tetangganya.

“Anak saya sampai menangis diolok-olok temannya. Ia merengek saat disebut ayahnya seorang teroris,” ujar Iyus penuh iba.

Iyus mengaku, sampai saat ini dirinya masih trauma. Apa lagi keluarga saya yang sama sekali tak tau apa-apa.


Iyus Rusman merupakan warga Kecamatan Pangatikan, Kabupaten Garut, Jawa Barat. Sehari-hari ia bekerja sebagai teknisi di sebuah apartemen di Jakarta.

Untuk memperjuangkan nasibnya, Sabtu siang ia mendatangi Mapolres Garut. Dirinya mengaku menjadi korban salah tangkap aparat Kepolisian terkait teror bom masjid istiqlal pekan kemarin.

Iyus menceritakan dirinya ditangkap Polisi di tempat ia bekerja di Peak Apartement Setia Budi Jakarta. Waktu itu ia langsung digelandang oleh petugas Polda Metro Jaya ke markas guna dilakukan pemeriksaan.

Tuduhan teror peledakan Masjid Istqlal yang dituduhkan kepada Iyus bermula lewat pesan singkat kepada pengurus masjid nomor yang dilacak petugas tertera nama Iyus Rusman. Sehingga Iyus langsung diamankan petugas. Padahal Iyus mengaku, nomor yang dituduhkan petugas atas tuduhan akan meledakan Masjid Istiqlal merupakan nomor lama dan usdah tidak ia pakai.

Selain dituduh sebagai peneror bom masjid istiqlal, nama iyus juga dicap sebagai teroris atas undang- undang yang disangkakan kepada dirinya. Iyus meminta, petugas yang menangkapnya segera mengeluarkan surat rehabilitasi nama baik, agar keluarganya di Garut tak was–was dan tak menjadi bahan hinaan tetangganya. (Adriawan)***

 

TULIS KOMENTAR KAMU DI SINI