Terkait Postingan ASN Berbau Politik, Ini Tanggapan Ketua Bawaslu Garut

GARUT, (GE).- Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Garut, Dr. Hj. Ipa Hapsiah Yakin, SH., Msi., MM., menanggapi secara serius dengan beredarnya postingan-postingan berbau politik yang berasal dari salah seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kabupaten Garut. Baru-baru ini postingan dari media sosial Facebook beredar, postingan tersebut ditenggarai menunjukan dukungan ke salah satu calon presiden (Capres) untuk Pemilu 2019.

Menurut Hj. Ipa, pihak Bawaslu Kabupaten Garut sudah mengambil langkah atas kejadian itu. “Saya sudah berkomunikasi dengan Panwascam Kecamatan Bayongbong, agar segera mengklarifikasi kebenaran mengenai permasalahan tersebut, karena yang bersangkutan merupakan kepala Puskesmas Kecamatan Bayongbong,” katanya, Senin (20/08/2018).

Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Garut, Dr. Hj. Ipa Hapsiah Yakin, SH., Msi., MM.***

Dijelaskannya, hal ini sebenarnya sudah masuk ke ranah tingkat kabupaten dalam ruang lingkup Penegak hukum terpadu (Gakumdu). Menurutnya, persoalan ini merupakan salah satu dugaan tindak pidana pemilu.


Hj. Ipa menegaskan, jika dugaan pelanggaran ini terbukti, maka yang bersangkutan sudah jelas melanggar Undang-undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang pemilihan umum. Dalam Undang-undang Nomor 7 tahun 2017 Pasal 283 ayat (1) menegaskan bahwa pejabat negara, pejabat struktural dan pejabat fungsional dalam jabatan negeri serta aparatur sipil negara lainnya dilarang mengadakan kegiatan yang mengarah kepada keberpihakan terhadap peserta pemilu sebelum, selama, dan sesudah masa kampanye.

Hal itu di ukung oleh ayat Undang-undang Nomor 7 Tahun 2017, Pasal 283 ayat (2) yang berbunyi larang sebagaimana di maksud pada ayat 1 meliputi pertemuan, ajakan, imbauan, seruan atau pemberian barang kepada aparatur sipil negara dalam lingkungan unit kerjanya anggota keluarga dan masyarakat, pungkasnya.

Sementara itu, salah seorang komisioner Panwaslu Kecamatan Bayongbong divisi pencegahan dan hubungan antar lembaga, Hendrayana Gunawan mengakui, jika dirinya sudah melakukan klarifikasi awal terhadap saudara Elan Suherlan selaku kepala Puskesmas Bayongbong yang diduga telah melakukan postingan berbau politik yang mengarah ke ajakan untuk memilih salah satu capres dalam akun facebook pribadinya.

“Setelah diklarifikasi, saudara Elan mengaku jika dirinya tidak tahu bahwa yang Ia lakukan itu melanggar aturan. Bahkan dirinya menyanggah bahwa ia hanya memposting ulang dari akun facebook orang lain,” ungkapnya.

Hendra menambahkan, permasalahan tersebut akan terus berlanjut, karena pihak Panwascam Bayongbong sudah berkomunikasi dengan Bawaslu Kabupaten Garut.

“Karena sejatinya ini merupakan ranah Kabupaten. Selanjutnya kita tunggu saja hasil klarifikasi yang akan dilakukan oleh pihak Bawaslu Kabupaten Garut,” ujar Hendra. (Ucheu Walet)***

Editor: ER.

TULIS KOMENTAR KAMU DI SINI