Terkait Pengelolaan Dana Desa, Sekda Garut : Dari 421 Desa Tidak Semuanya Jelek

GARUT, (GE).- Para kepala desa diimbau berhati-hati dalam mengelola dana desa. Saat ini, Pemkab Garut kerap menerima pengaduan terkait pengeloaan dana desa yang tidak sesuai aturan.

Sekretaris Daerah Garut, Iman Alirahman, mengatakan, salah satu kasus yang kini menjadi sorotan yakni dugaan penyalahgunaan dana desa oleh Kepala Desa Cigagade, Kecamatan Limbangan, Kabupaten Garut, Jawa Barat. Kasus tersebut terungkap setelah kepala desa dilaporkan atas kasus penipuan.

“Kasus di Desa Cigagade belum sampai ke proses hukum. Baru pengaduan dan sedang diproses Inspektorat,” ujar Sekda, Senin (6/3/ 2017).


Dijelaskannya, pengelolaan dana desa dengan nilainya yang besar memang kerap menjadi permasalahan di desa-desa. Terlebih yang menjadi pegangan saat ini berasal dari Surat Keputusan Bersama (SKB) tiga menteri. Format yang diberikan cukup sederhana.

“Pengelolaan dana desa itu ada ketentuan yang memudahkan bentuk perencanaan. Dibanding di kabupaten,  di desa lebih mudah. Tapi itu yang menjadi kendala,” tukasnya.

Lebih jauh dikatakan, Pemkab Garut tengah menyiapkan sistem keuangan desa yang bisa lebih tertata. Jika ada yang menyalahgunakan, Iman menilai hal itu lebih kepada mentalitas aparat.

“Dari 421 desa tak semuanya jelek. Dana yang dikelola bukan dana yang sedikit. Jadi memang perlu ada pengawasan,” tandasnya.

Diakuinya, pemkab pun telah bekerja sama dengan universitas untuk membantu para kepala desa. Pengawasan juga sudah memiliki aturan agar dana desa bisa terserap dengan baik.

“Dari Kejari juga suda menyarankan agar Inspektorat bisa mengambil langkah dulu. Jika ada unsur kerugian baru bisa dilimpahkan ke kejaksaan,” jelasnya.

Iman menegaskan, pengawasan dana desa harus dimulai dari setiap kecamatan. Yang terjadi sekarang, pengawasan baru dilakukan jika sudah ada yang melaporkan kejanggalan.

“Dari pengaduan itu dapat melihatnya. Proses itu (laporan) yang ditindaklanjuti. Perlu pengawasan dari tingkat bawah,” katanya. (Tim GE)***

Editor: Kang Cep.

TULIS KOMENTAR KAMU DI SINI