Terkait Pengaaniayaan terhadap Kopda Raden Gunawan, Sartreskrim Polres Garut Periksa 5 Anggota Ormas Pagar

GARUT, (GE).- Satreskrim Polres Garut, Jawa Barat, masih memeriksa 5 orang anggota Organisasi Masyarakat (Ormas) Pagar. Pemeriksaan tersebut, terkait dugaan kasus penganiayaan terhadap seorang anggota TNI, Kopral Dua (Kopda) Raden Gunawan, dari kesatuan Komando Resor Militer (Korem) 062 Tarumanagara.

“Lagi diperiksa,” kata Kapolres Garut, AKBP Budi Satria Wiguna, kepada wartawan, Rabu (7/5/18).

Namun begitu, kata Budi, status kelima anggota Pagar tersebut masih sebagai saksi. Delum ada nama yang ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus ini.


“Statusnya belum (tersangka) masih saksi,” katanya.

Seperti diberitakan sebelumnya, insiden penganiayaan tersebut terjadi ketika Kopda Raden Gunawan hendak membeli buah-buahan di Jalan Otto Iskandardinata, Kecamatan Tarogong Kaler, seberang Toserba Aladin, Minggu (6/5/18) malam.

Menurut Raden, saat itu ia menggunakan sepeda motor hendak membeli buah-buahan di sebuah lapak yang lokasinya berseberangan dengan Toserba Aladin. Ketika hendak berbelok menuju kios buah, dari arah yang sama melaju dua unit mobil yang ditunggangi para pelaku.

Diduga laju mobil pelaku terhalang motor milik Raden, empat pelaku turun dari mobil dan bersitegang dengan Raden. Tak lama kemudian, Raden mengaku dikeroyok anggota ormas tersebut yang berjumlah 12 orang.

Raden tidak mengenal para pelaku. Saat dikeroyok, Raden sempat menyampaikan bahwa dia anggota TNI.

“Dikasih tahu, tapi mereka malah terus ngomong. Berani kamu sama saya, katanya,” ujar Raden kepada wartawan, saat ditemui di rumahnya, Senin (7/5/18) malam.

Selain dikeroyok menggunakan tangan kosong, Raden pun mengaku ditodong senjata api oleh salah seorang pelaku.

“Mereka bawa senjata warna silver. Ditodongkan,” kata Raden.

Para pelaku lalu melarikan diri menggunakan kendaraan roda empat. Mereka meninggalkan korban yang dalam kondisi luka lebam di bagian muka. Selanjutnya korban dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan pengobatan.

Setelah dilakukan visum, korban pun melaporkan kejadian tersebut ke Denpom TNI, kemudian ke Polres Garut.

Sejauh ini pimpinan Ormas Pagar sudah mengakui ulah anggotanya terhadap prajurit TNI tersebut. Namun versi dari pengeroyok soal pemicu dan motif kasus ini belum terungkap. (MHI/GE)***

Editor : SMS

TULIS KOMENTAR KAMU DI SINI