Terkait “Pelesiran” ke Bali, Begini Kata Bupati Sepulang dari Sana

GARUT, (GE).- Terkait pemberitaan sejumlah media massa yang mengabarkan keberangkatan sebanyak 42 Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pendidikan Kabupaten Garut ke Kabupaten Badung, Bali, pada (23/5/2017) lalu. Bupati Garut, Rudy Gunawan, angkat bicara. Menanggapi hal tersebut, Bupati mengatakan bahwa keberangkatan itu merupakan untuk study banding.

“Studi banding (ke Bali/ red.) kemarin saya yang memimpin langsung, karena akan ada perubahan Perda Nomor 11 tentang pendidikan. Di sana  (Bali/ red.) itu ada yang bagus, yaitu manajemen berbasis sekolahnya. Nah MBS-nya bagus itu diakibatkan oleh komitmen orang tua, untuk bisa membuat satu situasi sekolah yang baik,” katanya, Minggu (28/5/2017).

Dijelaskannya, keberangkatan ke Kabupaten Badung itu mengenai keinginan untuk pengecekan, kenapa di Kabupaten Badung para TKK itu mampu dibayar Rp 2,4 juta.


“Ya, karena memang pendapat asli daerahnya cukup besar, Rp 3,5 Triliun  PAD nya, sementara kita hanya Rp 500 Miliar. Pendapat dari pajak retribusi kita hanya Rp 100 Milar,  jadi kemampuan keuangannya meraka sangat tinggi.  Jadi kita berangkat ke sana itu bekerja supaya kita belajar,” ungkapnya.

Dijelaskannya, di Bali seorang kepala sekolah itu didasarkan pada kemampuan belajar bukan yang lainnya.

“Jadi bukan deuheus ke kepala dinas. Fungsi pengawas itu sangat penting, pengawas sekolah ini benar-benar bekerja sesuai tupoksinya. Sementara di Kabupten Garut kan fungsinya tidak ada itu,” tukasnya. (Indra R)***

Editor: Kang Cep.

 

TULIS KOMENTAR KAMU DI SINI