Terkait Lahan untuk Relokasi Pengungsi, Pemilik Tanah di Sindangsari Pertanyakan Keseriusan Bupati

GARUT, (GE).- Rencananya lahan tanah yang ada di Desa Sindangsari, Kecamatan Cisompet, Kabupaten Garut akan digunakan sebagai lahan relokasi. Namun, pemilik tanah di wilayah tersebut mempertanyakan keseriusan Bupati Garut, Rudy Gunawan untuk benar-benar membeli tanah tersebut.

“Hingga saat ini belum ada kepastian dari bupati, apakah jadi membeli tanah untuk lahan relokasi atu tidak ?” ujar koordinator relawan pengungsi Cisompet, Sumpena Sumaryana (53), Kamis (19/1/2017).

Sumpena menyebutkan, saat ini pemilik tanah bahkan sudah memberikan batas akhir kepada bupati untuk kepastian pembelian tanah miliknya. Jika sampai tanggal 15 Februari tahun ini (2017/red.) belum ada kepastian, maka tanah tersebut akan dijual kepada pihak lain.


“Sebelumnya telah ada kesepakatan antara pemilik tanah dengan pihak Pemkab Garut terkaiat jual beli tanah yang rencananya akan digunakan lahan relokasi warga korban pergerakan tanah di Kecamatan Cisompet. Namun hingga saat ini tidak ada kepastian, maka kini si pemilik tanah menilai Bupati tidak serius,” ungkapnya.

Menyikapi hal itu,para relawan lainnya telah mendatangi kantor Kecamatan Cisompet dengan maksud yang sama yaitu mempertanyakan kepastian pembelian tanah tersebut. Selain itu, para relawan juga mempertanyakan kapan relokasi akan dilaksanakan mengingat kondisi warga yang kini sudah kian mengkhawatirkan.

“Kami juga mempertanyakan janji Dinsos untuk memberikan jaminan hidup kepada para pengungsi yang ternyata tidak terbukti. Pak Sekmat yang kami temui saat itu, minta waktu dua minggu untuk memberikan jawabannya,” kata Sumpena.

Diungkapkannya, tanah yang rencanaya digunakan lahan relokasi seluas 1,5 hektare itu merupakan milik dua orang. Pemilik yang satu meminta harga Rp 1 juta per bata (14 meter persegi) dan pemilik lainnya meminta Rp 560 ribu per bata. (Tim GE)***

Editor: Kang Cep.

TULIS KOMENTAR KAMU DI SINI