Terkait Kisruh Pemberian Jadup di Kelurahan Paminggir. Bupati Garut : “Saya Merasa Dibohongi dengan Data itu oleh Dinas Sosial…”

GARUT, (GE).- Bupati Garut, Rudy Gunawan, mengaku merasa dibohongi dengan data korban banjir bandang pada bulan September 2016 yang tercantum dalam Surat Keputusan (SK) Bupati. Kekecewaan Bupati muncul menyusul kisruh dari warga di Kelurahan Paminggir, Kecamatan Garut Kota, Kabupaten Garut, Jawa Barat, terkait pembagian jaminan hidup (jadup).
Sebanyak 70 kepala keluarga (KK) di Kelurahan Paminggir hanya mendapat jadup per KK. Padahal, di kelurahan lain penerima jadup mendapat jatah sebesar Rp 900 ribu per orang.
“Saya sudah serahkan ke Sekda untuk verifikasi. Nanti juga akan dibicarakan ke DPRD. Akan kami perhatikan mereka yang belum dapat (dana jadup/red),” ucap Rudy, Minggu (19/3/17).
Rudy berjanji secepatnya melakukan verifikasi ke-70 KK di Kelurahan Paminggir yang hanya menerima jadup per keluarga. Pihaknya akan mendata jumlah jiwa di setiap keluarga korban banjir.
“Itu kan sudah hak mereka dapat bantuan. Dananya juga berasal dari Kemensos. Apalagi Mensos sudah minta verifikasi,” katanya.
Rudy juga menandaskan, tak boleh ada diskrimanasi dalam pemberian bantuan. Bahkan ia menuding jika hal itu merupakan kesalahan pihak Dinsos. Karena tak teliti dalam melakukan pendataan.
“Saya merasa dibohongi dengan data itu oleh Dinas Sosial. Apalagi itu (data penerima jadup/red) berdasarkan SK Bupati. Jumlah 2.525 itu yang ada di SK. Jadi bisa bertambah sekarang jumlahnya,” ujarnya.
Lebih jauh Rudy mengatakan, verifikasi jumlah korban hanya dilakukan di Kelurahan Paminggir. Pihaknya akan mencari solusi agar semua korban tak merasa kurang diperhatikan pemerintah.

Ketika disinggung soal keengganan Dinas Sosial melalukan verifikasi, ia berharap hal itu tak terjadi.
“Makanya sekarang mau cari solusi. Mungkin Dinsos enggak mau lelah. Tak bijak kalau seperti itu,” kata Rudy.
Dikatakannya, banyak pihak yang berkepentingan saling tunjuk dalam pendataan korban banjir. Padahal, kata Rudy, masalah tersebut menyangkut hal kemanusiaan. Karena warga sudah tertimpa musibah. (Farhan SN/GE)***

Editor : SMS

TULIS KOMENTAR KAMU DI SINI