Terkait Deposito Pemkab Rp 100 Miliar, Komisi C DPRD Angkat Bicara

DEWAN, (GE).- Anggota Komisi C Bidang Anggaran DPRD Garut, Aay Syarif Hidayat menepis merebaknya isu terkait Pemkab Garut telah mendepositokan dana APBD tahun 2015 sebesar Rp. 100 miliar secara tersembunyi.

“Selama ini tak ada kerugian maupun pelanggaran penggunaan uang APBD yang didepositokan ke bank. Deposito tersebut bukan Rp. 100 milyar seperti isu selama ini namun hanya Rp. 14 milyar.” tandas Aay Syarif saat dihubungi, Ahad, (27/12/2015).

Menurut Aay, anggaran Pemkab Garut sampai saat ini ada sekitar Rp 14 miliar. Uang itu ditaruh sebetulnya bukan untuk di depositokan namun keuntungan atas hasil jasa giro. Dan itupun kelebihan bunganya otomatis masuk ke anggaran APBD Perubahan.

“Bupati Garut kemungkinan salah menyampaikan terhadap masyarakat terkait Pemkab Garut telah mendefositokan dana sebesar Rp. 100 miliar. “Sama halnya kita menyimpan uang ke bank, tentu akan mendapatkan keuntungan. Bahkan, jika hasil jasa giro mendapatkan Rp. 14 milyar dipastikan Pemkab Garut telah menyimpan dana diatas Rp. 100 milyar,” bebernya.

Aay mengaku, dirinya sengaja mendatangi kantor DPPKA Kabupaten Garut untuk melihat transparansi anggaran APBD Garut tahun 2015, namun memang Pemkab Garut mendapatkan keuntungan dana Rp. 14 milyar berdasarkan hasil jasa giro.

“Hanya itu yang diketahui, Dan tidak mungkin Bupati Garut menyimpan deposito Rp. 100 milyar tanpa sepengetahuan aggota DPRD. Kalau ada informasi selain itu, saya tidak tahu,” ucapnya.

Lebih jauh Aay menambahkan, justru jika dana APBD Garut didepositokan akan menambah pemasukan sebagai Pendapatan Asli Daerah (PAD). “Keuntungan dari hasil jasa giro itupun masuk ke kas anggaran APBD Perubahan bukan ke kas pribadi,” pungkasnya. (Syamsul)***